Beranda Radar Ramadan Jelajah Religi

Ramadan di Ponpes Daarul Uluum, Razia Koleksi Buku Santri

Para santri foto bersama dengan dua ustaz Ponpes Daarul Uluum, Bantar Kemang.

BOGOR-RADAR BOGOR, Bulan Ramadan kali ini, membuat sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Uluum, Jalan Raya Durian, Bantar Kemang, Kota Bogor, semakin bersemangat melakukan berbagai kegiatan.

Bersamaan dengan bulan puasa, para santri harus bersiap untuk menghadapi ujian lisan maupun tulisan. Kepala Madrasah Aliyah Ponpes Daarul Uluum, Hasbulloh menjelaskan, pada Ramadan ini bersamaan dengan pelaksanaan penilaian akhir tahun.

Sebelum itu, akan diadakan pemeriksaan koleksi buku yang dimiliki para santri. Hal tersebut agar mengetahui sejauh mana para santri menjaga dan membaca buku.

“Jelang menghadapi ujian, salah satu alat yang paling bermanfaat adalah buku. Maka dari itu, kami akan lakukan pemeriksaan pada ramadan ini,” kata Hasbulloh kepada Radar Bogor, kemarin.

“Jadi dilihat dalam satu tahun itu, para santri sudah memiliki buku apa saja,” sambung Hasbulloh.

Selain ujian lisan dan tulisan serta koleksi beberapa buku, kata Hasbulloh, santri di ponpesnya juga mempelajari sastra.

Secara Ilmiah, sastra Arab agar santri mengetahui bagaimana bahasa-bahasa Arab yang memiliki unsur sastra.

“Dan dapat dinikmati para santi dalam bentuk salawat atau syair. Mereka bacakan dan sesuaikan dengan cara membaca yang disebut ilmu membaca,” ujarnya.

Dia menambahkan, ada tingkatan tertentu dalam mempelajari Sastra Arab. Biasanya, santri yang dapat mempelajari sastra Arab sudah berada di ponpes selama empat tahun.

“Jadi ada tingkatannya. Mereka yang secara ilmiah memiliki kemampuan membacanya sudah bagus, kosa kata bahasa Arabnya sudah bagus, percakapan juga , baru mereka belajar sastra Arab,” jelasnya.

Sementara, kegiatan lain masih rutin seperti biasa. Rutin membaca Quran, apel Asmaul Husna, bahasa Arab, Inggris, dan Fiqih. Rencana, di akhir Ramadan tahun ini, lanjut Hasbulloh, diadakannya kegiatan pentas seni dan kreasi. Dimana seluruh santri dapat turut berapresiasi dengan menampilkan marawis, kosidah, pidato berbahasa arab dan inggris.

“Semua yang berkaitan dengan seni para santri. Kita juga tidak menutup kemungkinan jika ada lomba di luar pondok maka kami diikutsertakan,” tandasnya. (cr1/c)

Baca Juga