Beranda info bogor

Mengunjungi Geopark Pongkor, Wahana Wisata Baru di Kabupaten Bogor

Museum Tambang yang ada di Geopark Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Masyarakat Kabupaten Bogor, kini bisa menikmati wahana wisata baru, namanya Geopark Nasional Pongkor (GNP). Geopark Pongkor ini tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Bogor. Salah satunya di Kecamatan Nanggung, lokasi eks penambangan PT Antam Pongkor.

Setelah berubah status menjadi Geopark Nasional, lokasi ini pun sudah diperkenalkan pemerintah kepada masyarakat beberapa waktu lalu dan sudah terbuka untuk umum.

Di dalam Geopark Pongkor ini juga ada beberapa curug, seperti Curug Cibalay, Curug Lontar, Curug Piit di Desa Malasari, Curug Macan, Curug Cikaung, dan Curug Sawer.

Selain curug, ada pula Tasaring Malasari, di bagian depan ada Undergrund Park, kemudian Kawaci (Kawasan Wist Cikaret), Kebun Teh Nirmala, Museum Tambang, Stone Park, dan Prasasti Pasir Jambu Batutulis.

Jika berkunjung ke Geoprak Nasional Pongkor, wisatawan juga bisa menikmati hamparan sawah legah.

Namun, untuk menikmati beragam fasilitas di dalamnya, warga masih harus bersabar. Sebab, Geopark Pongkor yang sebagian besar terpusat di Kecamatan Nanggung ini masih dalam proses pembangunan.

Untuk yang berlokasi di PT Antam, pengunjung belum terlalu bebas menikmatinya. “Geopark sendiri merupakan suatu konsep melestarikan bumi dengan melihat bio, culture dan geoheritage-nya. Lokasinya (GNP, red) berada di 15 kecamatan di wilayah Bogor,” ujar Staf CSR Antam Pongkor, Yandi Arnaz.

Yandi menjelaskan, posisi Antam di sini mendukung terbantuknya GNP dengan mensuport kebutuhan, baik dosier penetapan maupun pemberdayaan di sekitr wilayah operasionl perusahaan.

Pendopo Bupati di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Untuk yang berlokasi di sekitar Antam Pongkor, sambungnya, ada beberpa site yang boleh dikatakan memiliki potensi-potensi bio, culture, dan geoheritage.

“Untuk di kawasan operasional Antam Pongkor yang sedang kami kembangkan, yakni Museum Tambang, Underground Park, dan Kawaci. Saat ini kami sedang dalam tahap pembangunan, sehingga belum dibuka untuk umum,” ujarnya kepada radarbogor.id, Rabu (27/2/2019).

Tapi, lokasi ini sudah resmi dijadikan tempat wisata setelah penyerahan sertifikat status Geopark Nasional yang dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Bupati Bogor Nurhayanti, akhir November 2018 lalu.

Undergrund Park Pongkor, yang sedang dibangun PT Antam.

Untuk diketahui, pembangunan Geopark Pongkor ini telah melalui beberapa tahapan. Mulai dari tahapan pertama proses lokal, nasional, serta Internasional atau Unesco Global Geopark.

Dibangunya Geopark Pongkor ini tentu disambut baik masyarakat setempat dan para wisatawan. “Ya, kita sangat mendukung pembangunan Geopark Pongkor ini,” ujar Agus (30), warga Nangung.

Agus berharap, pembangunan tempat wisata ini bisa membawa efek positif bagi masyarakat. “Terutama dalam meningkatkan perekonomian, karena sebentar lagi penambangan PT Antam akan berakhir,” terangnya.

Kawasan Wist Cikaret yang kini dikembangkan PT Antam Pongkor.

Wahana wisata ini cukup menarik dikunjungi. Meski lokasinya cukup jauh dari pusat Kota Bogor, namun semuanya akan terbayar jika para pengunjung sudah tiba di lokasi. Sebab, kawasan wisata ini menawarkan lingkungan yang alami dan asri.

Sebut saja, edukasi mengenai ekosistem sawah, bagaimana cara bertani seperti bercocok tanam dan membajak sawah. Sehingga wisatawan bisa sambil menenangkan diri dari kesibukan perkotaan, karena diberi edukasi.

Sementara itu Kepala Bidang Penetilian Pembangunan (Litbang) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Iskandar Zulkarnain mengatakan, masyarakat umum tetap bisa masuk ke semua kawasan meski belum seluruhnya rampung.

Kebun Teh Nirmala yang masih masuk dalam kawasan Geopark Pongkor.

Sampai sekarang, menurutnya Pemkab Bogor masih terus melakukan pembenahan agar para pengunjungnya nyaman. “Intinya Pongkor sudah siap menerima tamu hanya masih belum lengkap dan kita terus bebenah,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (27/2/2019).

Dari 15 Kecamatan yang terkena zona wisata ini, terangnya, terbagi menjadi berbagai fasilitas. Mulai dari wisata tambang, pemandangan, panjat tebing, dan arum jeram yang kini tengah dipersiapkan.

Sebanyak 15 Kecamatan yang ditetapkan menjadi bagian dari pembangunan antara lain Geopark Pongkor. Beberapa di antaranya seperti Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Cibungbulang,Tenjo, Rumpin, Ciampea dan Tamansari.

Curug Macan, siap memanjakan para wisatawan ketika berwisata ke Geopark Pongkor.

Untuk menyelesaikan pembangunan paling cepat ditaksir memakan waktu sekitar dua tahun. “Kalau semuanya kompak dan bekerjasama, itu bisa diselesaikan cepat dalam waktu dua tahun. Mudah-mudahan semuanya kompak,” terangnya.

Dia meyakini, kehadiran Geopark Pongkor akan mendatangkan sejumlah manfaat khususnya bagi masyarakat yang bersinggungan. Geopark Pongkor dianggap bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Usaha yang diprediksi meningkat seperti homstay dan perdagangan. “Kita ingin kehadiran Geopark Pongkor dapat memberikan keuntungan untuk masyarakat,” kata Iskandar.

Curug Piit di Desa Malasari.

Pembangunan Geopark Pongkor ini diharapkan tidak hanya membawa menfaat bagi masyarakat Bogor, tapi juga diharapkan dapat mengangkat sektor pariwisata di Jawa Barat.

Pasalnya, sektor pariwisata sebagai instrumen pembangunan diharapkan dapat memberikan akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi warga Jawa Barat secara keseluruhan.

Dapat Pujian Sekjen UNESCO

Sekretaris Jenderal UNESCO Global Geopark Network (GGN) Guy Martini (kanan) saat mengunjungi Museum Tambang yang ada di lokasi PT Antam.

Pembangunan Geopark Pongkor ini pun mendapat pujian Sekretaris Jenderal UNESCO Global Geopark Network (GGN) Guy Martini. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Museum Tambang Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Kunjungan dilakukan selama dua hari sejak 25 hingga 26 Desember 2018. Mereka juga mengunjungi beberapa geosite yang ada di National Geopark Pongkor.

Antara lain, Green Fine Aggregat (GFA), Kawaci, Gunung Dahu, sawah lega, curug cikawung, situs cibalay dan curug lontar.

“Saya sangat terkesan saat berkunjung ke Geopark Nasional Pongkor. Dan Pongkor menjadi salah satu geopark yang kami kunjungi di Indonesia,”terangnya.

Menurutnya, ada perbedaan Geopark Pongkor dengan lainnya. Geopark pongkor merupakan Geopark dengan kerangka yang utuh. Karena geopark yang sebenarnya, yaitu tidak hanya membangun wisata, tapi dengan kekayaan geologi yang dimiliki berpengaruh pada setiap aspek dalam geopark.

Pria asal Prancis ini menyarankan, untuk menuju Global Gropark harus ada kekayaan geologi bernilai internasional yang ditonjolkan. Dan berdasarkan paparan pihak pengelola Geopark Nasional Pongkor sudah memilikinya, diantaranya kekayaan geologi dan mineralnya. “Kemudian kumpulkan semua hasil penelitian bertaraf nasional dan internasional mengenai Geopark Pongkor,” ujarnya.

Nah, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kabupaten Bogor, jangan lupa menyempatkan diri berwisata di Geopark Pongkor, karena lokasi wisata baru ini menawarkan pesona alam yang menajubkan.(fik/pin)

Baca Juga