Beranda Metropolis

Kecewa Gagal Audensi, HMI Cabang Kota Bogor Duduki Ruang Rapat Walikota

HMI Duduki Ruang Rapat Walikota Bogor
Bendera HMI yang terpasang di ruang rapat Walikota Bogor Bima Arya.

BOGOR – RADAR BOGOR, Diduga karena kecewa gagal beraudensi dengan Walikota Bogor Bima Arya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bogor menduduki ruang rapat walikota.

Mereka datang ke Balaikota Bogor dan memasuki ruang rapat walikota dengan tujuan untuk beraudensi. Namun karena walikota sedang menghadiri kegiatan di luar, mereka kemudian menduduki ruangan tersebut sambil memasang bendera HMI diruang kerja Walikota.

Ketua HMI cabang Kota Bogor Saepul Wahyudin Putra mengatakan, kedatangan mereka untuk menagih janji Walikota Bogor terkait sinergitas dengan kegiatan kemah bakti mahasiswa yang tengah dilaksanakan sejak 1 Februari hingga 10 Maret 2019. Padahal saat pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh walikota itu sudah menjanjikan untuk bersinergi.

“Aksi masuk ke dalam itu kemarin kita sudah bilang bahwa anak-anak bakal duduk, karena beliau diajak audiensinya agak susah, jadi anak-anak masuk ke ruang rapat balaikota,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Jika walikota kecewa dengan aksi yang dilakukan, sambung dia, maka hal itu juga merupakan bentuk kekecewaan teman-teman mahasiswa HMI cabang Kota Bogor.

“Kalau beliau kecewa, ini juga merupakan bentuk kekecewaan HMI kepada bapak walikota, karena kita masih memegang janjinya yang akan sinergis dengan kegiatan kemah bakti mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Tengah Agustiansyah menyesalkan apa yang dilakukan teman-teman HMI cabang Kota Bogor. Menurutnya hal itu tak perlu dilakukan. Sebab program yang akan disinergikan tengah dibahas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk bisa masuk ke dalam program dinas terkait.

“Ini masalah etika, tidak bisa seperti itu menduduki ruang walikota dengan memasang bendera HMI yang besar,” tuturnya.

Beberapa program yang diajukan antara lain pengecatan pot bunga di Sempur, pemasangan reklame taman sempur, sunatan massal, pengobatan gratis, distribusi tong dan gerobak sampah, pemasangan PJU, pembuatan KTP, pelatihan sablon, pendataan bulog, pengadaan MCK hingga pelebaran selokan. Menurutnya program tersebut tidak bisa langsung direalisasikan. Terlebih program Pemkot Bogor di tahun ini sudah berjalan.

“Kalau bicara program kan tidak bisa dimulai saat ini juga. Padahal oleh walikota sedang di sinkronisasi dengan program-program mereka. Tadi pak wali menyampaikan ini bukan soal hasil tapi soal proses, tidak bisa instan seketika,” terangnya.

Atas kejadian itu Pemkot Bogor mengembalikan lagi ke teman-teman HMI Cabang Kota Bogor. Apakah masih mau bekerjasama dengan Pemkot Bogor atau tidak. Sebab, kata Agus, Pemkot Bogor membuka seluas-luasnya peluang kerjasama dengan semua organisasi mahasiswa. Selagi itu sesuai aturan dan koridornya.

“Selama mereka masih mau bekerjasama silahkan, nanti program bisa berjalan kita dorong. Tapi kalau mereka tiba-tiba baper karena kejadian ini kita bisa apa,” tegas Agus. (gal)

Baca Juga