Beranda Metropolis

Mengenang Peta di Museum

BOGOR – RADAR BOGOR,Pemberontakan Pembela Tanah Air (Peta) di Blitar, Jawa Timur terhadap tentara Jepang, telah menjadi agenda rutin Yayasan Pembela Tanah Air (Yapeta) setiap tanggal 14 Februari, dikenang dengan cara yang berbeda pada tahun ini.

Jika biasanya peringatan peristiwa yang terjadi tahun 1945 itu dilakukan di TMP Kalibata. Untuk kali pertama dilakukan di Museum PETA, Jalan Jenderal Sudirman, bekerjasama dengan Hotel Lor In Sentul, pada Kamis (14/2) lalu.

Ketua Umum Yapeta Tinton Soeprapto mengatakan, bukan tanpa sebab untuk kali pertama peristiwa 74 tahun yang lalu itu diperingati di Museum PETA. Pasalnya, kata Tinton, di Museum PETA lah lahir 11 kasat dan 10 pahlawan nasional.

“Tentara-tentara dididik disini (Museum PETA;red), seperti Djatikoesoemo dan Ahmad Yani, termasuk Soedirman,” urai Tinton.

Peringatan ini, menurut Tinton amatlah penting. Karena baginya, jika ingin menjadi bangsa yang besar, maka setiap peristiwa bersejarah harus diperingati.

“Namanya melalui wawasan kebangsaan. Peperangan yang terjadi masa lalu merupakan wawasan kebangsaan yang harus dihormati,” kata Tinton.

Diharapkan Tinton, melalui peringatan yang dilakukan, kepedulian bangsa atas jasa para pahlawan tetap terjaga dan semakin dipupuk.

“Akan tetap menjadi agenda rutin ke depannya. Agar generasi penerus Peta bisa memberikan kontribusi yang baik kepada Indonesia. Serta menjadi panutan bagi lingkungan terdekatnya,” tandasnya. (wil/c)

Baca Juga