Beranda Metropolis

Musim DBD, Penjual Jambu Biji Merah di Kota Bogor Diserbu

Jambu biji merah. (jussehat.com)

BOGOR- RADAR BOGOR,Semenjak merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD), para penjual jambu biji merah yang berada di sepanjang Jalan Soleh Iskandar (solis), Kota Bogor ramai dicari pembeli.

Seperti diakui Hidayat, penjual jambu biji di Jalan Soleh Iskandar, dalam sebulan terakhir, permintaan buah tersebut meningkat signifikan.

Siang hingga malam hari ramai pembeli. Konsumennya berasal dari berbagai daerah di wilayah Bogor. Mulai dari kalangan atas hingga masyarakat biasa maupun instansi pemerintahan.

“Setiap DBD merebak, pasti banyak pembeli. Sehari bisa menjual dua kali lipat dari sebelumnya,” kata Hidayat.

Biasanya, dalam kondisi normal, pembeli buah di lapaknya kebanyakan merupakan penjual jus buah. Dalam situasi seperti ini, ia tak lantas mencari peluang mereguk untung lebih besar. Harga jual tetap dipatok sama seperti sebelum musim DBD, yakni Rp 12.000 per kilogram.

“Harga tetap sama, nggak dinaikin. Cuma kalau yang bagus saya jual Rp 15 ribu,” pengakuan dia.

Khasiat jambu biji ini pun diakui oleh Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sari Chandrawati. Menurutnya, kandungan vitamin c yang tinggi dalam buah jambu biji terbukti secara medis mampu meningkatkan trombosit di dalam tubuh. “Itu (jambu biji) tinggi kandungan vitamin c-nya, bagus untuk menaikan trombosit,” ujar dia.

Meski begitu, dia tetap menghimbau masyarakat agar diharuskan untuk melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus. “Lalu mencegah resistensi terhadap nyamuk,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Walaupun, dia menjelaskan, kasus DBD minggu ini tak bertambah, tapi karena kelembaban kota lumayan cukup tinggi dan cuaca yang tidak menentu, maka resikonya masih besar.(rp3/c)

Baca Juga