Beranda Metropolis

Simulasi Pilpres 2019, Ini Capres Pilihan Warga Kota dan Kabupaten Bogor

Hasil Simulasi Pilpres
Hasil Simulasi Pilpres 2019 yang digelar Radar Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Harian Pagi Radar Bogor mengadakan simulasi Pilpres 2019, untuk mengetahui siapa Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pilihan warga Kota dan Kabupaten Bogor.

Hasilnya, ternyata masyarakat Bogor lebih banyak menyoblos pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, ketimbang Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Proses simulasi penyoblosan sendiri dilaksanakan pada Kamis (31/1/2019) hingga Senin (4/2/2019) di Kota-Kab Bogor, dengan mengunakan 3.550 spesimen surat suara. Perinciaanya 2.002 surat suara di Kabupaten Bogor dan 1.548 surat suara di Kota Bogor.

Dan dari total suara yang masuk, 36,29 persen warga Kabupaten Bogor mencoblos pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Sementara 63,71 persen mencoblos pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Perolehan ini tidak berbeda jauh dengan Kota Bogor. Sebanyak 34,99 persen warga Kota Hujan mencoblos pasangan 01 dan 65,01 persen lagi mencoblos pasangan 02. Jika dikumulatifkan, 36,87 persen warga Kota-Kab Bogor mencoblos pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Sementara 63,13 persen mencoblos pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Perlu diketahui, simulasi penyoblosan surat suara merupakan hal yang rutin dilakukan Radar Bogor, jelang berlangsungnya sebuah pesta demokrasi. Tak terkecuali pemilihan presiden (pilpres) yang akan dilaksanakan 17 April 2019.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Bogor, Aswan Achmad menuturkan, simulasi pencoblosan surat suara mulai dilaksanakan sejak pemilihan secara langsung bergulir di negeri ini. Yakni Pilkada Jabar 2008.

Simulasi penyoblosan surat suara merupakan salah satu program kerja redaksi Radar Bogor untuk mendapatkan ragam gambaran realitas masyarakat jelang masa pemilihan. Dari mulai sejauh mana masyarakat mengetahui proses pencoblosan dan apa pilihan mereka. ”Penanggung jawab program simulasi sepenuhnya dipegang pemred, sementara ketua pelaksana program diemban oleh seorang redaktur pelaksana,” bebernya.

Ada pun proses simulasi ini, kata Aswan, melibatkan puluhan mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (Uika) Bogor. Sejak pukul 07.30 WIB, tim simulasi bergerak ke titik-titik keramaian, dimulai dengan sejumlah pasar tradisional, pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, industri, kampus, stasiun hingga terminal. “Pemilihan lokasi-lokasi ini karena jumlah pemilih yang cukup besar,” ujar Aswan.

Dengan membawa duplikat kotak suara tim simulasi kemudian mempersilakan pemilih potensi untuk menggunakan hak suaranya secara sukarela. Tentunya, para pemilih ditanya terlebih dahulu daerah domisili mereka. “Kami tanya mereka apakah warga kota atau kabupaten Bogor,” lanjutnya.

Pengambilan spesimen suara dilakukan di 17 titik kota dan kabupaten Bogor. Antara lain: Kawasan perumahan Sentul City di Kabupaten Bogor, Pasar Sukaraja, kawasan Tegar Beriman, Cibinong City Mall, Pasar Cibinong Pasar Citereup, Kampus IPB Dramaga, Pasar Dramaga, Pasar Leuwiliang, RSUD Leuwiliang, dan Cigudeg.

Sementara untuk Kota Bogor spesimen suara diambil di Terminal Baranangsiang, Masjid Raya, Lippo Sukasari, Katulampa, Botani Square, Damri, Pasar Anyar, Jalan Suryakancana, Pasar Bogor, BTM Giant Yasmin hingga RSUD Kota Bogor. (dka/d)

Baca Juga