Beranda Berita Utama

Guru dan Kepala Sekolah Madrasah di Cianjur Tiba-tiba Diserang Pelajar

Ilustrasi Aniaya

CIANJUR-RADAR BOGOR,Sepuluh siswa beserta guru pembimbing dan Kepala Sekolah MTs Al-Hikmah mendadak diserang oleh pelajar dari dua SMP negeri di Sindangbarang.

Mereka diserang tanpa sebab, bahkan salah satu siswa MTs Al-Hikmah mengalami luka berat di bagian kepala.

Kejadian bermula saat rombongan MTs Al-Hikmah hendak pergi ke Kota Cianjur menggunakan sepeda motor untuk melaksanakan kegiatan Porseni sekitar pukul 11:30 WIB. Namun, saat sedang beriringan di Jalan Cioleng mereka justru diserang secara tiba-tiba oleh dua sekolah.

Kepala MTs Negeri Al-Hikmah, Wartini membenarkan kejadian pahit yang menimpanya. Menurutnya, ia beserta anak didiknya menggunakan motor, hendak berangkat menuju ke sekolah MTs Negeri Saganten. Karena MTs Negeri sekolahnya di bawah naungan Rayon 7 Saganten.

Rencananya, setelah tiba di MTs Negeri Sagaten, mereka akan bertolak ke Cianjur untuk melaksanakan kegiatan Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) atau Porseni.

“Sekolah kami mewakili seluruh MTs Negeri di Cianjur Selatan. Saat itu spontan ada rombongan di tengah perjalanan. Hingga sampai diserang oleh sekelompok siswa SMPN di Sindangbarang dan mengakibatkan siswa saya luka-luka,” ujarnya kepada Radar Cianjur, kemarin.

Ia mengungkapkan, sebenarnya tidak tahu persis permasalahan yang memicu penyerangan. Apalagi, siswa-siswa dua sekolah itu menyerang secara membabibuta mengunakan senjata yang terbuat dari gir motor. “Kami sempat sok dan menangis. Begitu pun terlihat peserta didik kami juga hal sama, ketakutan akibat prilaku dilakukan beberapa oknum pelajar beda sekolah,” beber wanita yang akrab disapa Tini ini.

Akibatnya, tiga siswa MTs Negeri Al-Hikmah serta satu satu guru pembimbing jadi korban. Bahkan ada salah satu korban siswa dari Sekolah MTs Negeri Al-Hikmah mengalami luka berat bagian kepala, akibat sabetan gir motor. Sehingga, harus dibawa ke Puskesmas Sindangbarang untuk dilakukan pengobatan.

Pihak MTs Negeri Al-Hikmah berharap, proses hukum dapat berjalan dan dinas terkait dapat turun tangan mencari solusi dari peristiwa penyerangan ini. “Kami merasa tidak punya salah karena datang dari pelosok, bahkan siswa saya baru pertama kali datang ke Sindangbarang,” tuturnya.

Salah satu warga setempat, Mamat (41) memaparkan, kronologis kejadian penjegalan hingga tawuran yang terjadi, waktu itu sempat melihat rombongan sejumlah siswa MTs Negeri Al-Hikmah datang menggunakan motor dari arah Cidaun, lewat ke arah Sindangbarang.

Menurutnya, beberapa waktu lalu, ada salah satu siswa SMP Negeri di Sindangbarang yang dibacok. “Harapan kami, kepada pihak Kepolisian juga guru, cobalah didik siswanya supaya tidak bikin resah di kampung ini,” keluhnya diamini warga lainnya.

Kapolsek Sindangbarang, AKP Nandang mengaku, sedang melakukan pengembangan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi sekaligus mengamankan barang bukti. “Satu siswa MTs Negeri mengalami luka di bagian kepala. Kemungkinan dipukul pakai gir motor yang diikat tali,” katanya.

Kemarin, lanjut Kapolsek, korban sudah dirawat di Puskesmas Sindangbarang. Jadi identitas korban belum bisa terdata. Sedangkan untuk penyebab tawuran pelajar masih belum diketahui. “Dua pelajar dari sekolah yang menyerang sudah diamankan berinisial DR kelas 9 dan HR kelas 7 berikut alat atau barang bukti satu gir motor diikat sabuk pinggang.

Pihaknya pun sudah memanggil Kepala Sekolah dan guru pembina dari dua SMP Negeri yang melakukan penyerangan serta pihak MTs Negeri guna menindaklanjuti penyelesaian perkara tawuran.

“Kami berharap ini bisa menjadi pelajaran ke depan bagi para guru dan orangtua murid agar tidak akan terulang kembali,” pungkasnya.

(mat)

Baca Juga