Beranda Bogor Raya

Belum Tuntas, Pembebasan Lahan Jalan Raya Bomang Kembali Dianggarkan Rp23 Miliar

BAHAYA: Kendati Jalan Bomang belum selesai, kini sudah banyak dilewati pengendara kendaraan bermotor.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pembebasan lahan masih menjadi kendala belum tuntasnya proyek pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang). Dari kebutuhan lahan 435.000 meter persegi atau 784 bidang tanah, masih ada 17.000 meter persegi tanah yang belum dibebaskan.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disediakan khusus pembebasan lahan Jalan Bomang saja pada 2019 sebesar Rp23 miliar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sebagai pengguna anggaran mengklaim bisa merampungkan ‘tugas’ itu pada 2019 ini. Sehingga pekerjaan fisik bisa segera dilanjutkan pada tahun berikutnya.

”Jalan Bomang persoalannya ada dipembiayaan. Itu saja. Kapan terlaksana? Ya kami utamakan 2019. Kalau belum bisa ya 2020,” terang Kepala PUPR Yani Hasan seperti dikutif dari metropolitan, kemarin.

Ia mengakui ada beberapa bidang lahan yang belum dibebaskan untuk proyek ini. Ia juga mengklaim bisa memaksimalkan pekerjaan tahun ini untuk pembebasan lahan jalan yang disebut bisa mengurangi kemacetan di Kabupaten Bogor.

”Yang mau dibebaskan itu ya kira-kira tujuh kilometer dikali 30 meter itu. Jadi, pada 2020 sisanya bareng sama proses konstruksi,” paparnya.

Sekadar diketahui, pembangunan Jalan Bomang tahap satu sudah selesai sejak tahun lalu. Mangkraknya proyek menyebabkan beberapa ruas jalan yang sudah dibeton mengalami kerusakan.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya menyebut bakal segera memperbaikinya. Meskipun itu dianggap pemborosan karena anggapan jalan belum rampung tapi sudah rusak duluan.

”Pemborosan itu tergantung lihatnya dari mana. Kalau rusak tidak diperbaiki, apa itu pemborosan? Kan dipakai juga jalannya untuk lalu lintas di situ,” ujarnya.(ryn/c/yok/py)

Baca Juga