Beranda Nasional

Atap Sekolah Ambruk, Guru Bahasa Arab Tersungkur, Delapan Siswa Luka-Luka

Sekolah Ambruk Mojokerto
Kondisi salah satu ruang kelas MTs Bahrul Ulum, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, yang ambruk Jumat (8/2/2019)

MOJOKERTO-RADAR BOGOR, Aktivitas belajar mengajar di MTs Bahrul Ulum, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (8/2/2019) mendadak berubah mencekam. Pasalnya, atap ruang kelas VII tiba-tiba ambruk hingga menyebabkan para siswa dan guru mengalami luka-luka.

Data yang dihimpun radarmojokerto.id setidaknya ada delapan siswa dan seorang guru mengalami luka-luka akibat tertimpa konstruksi atap ruang kelas yang ambruk. Kejadian itu berlangsung saat mereka mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada pukul 07.30 WIB.

Kapolsek Jetis AKP Subiyanto, mengungkapkan, delapan siswa ini rata-rata mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Seperti tangan dan kepala. Guru bahasa Arab, Dzurrotin Aini Faizah, bahkan sempat tertimpa atap bangunan saat dia berusaha menyelamatkan ketika mengajar.

Aini sempat tersungkur ke lantai begitu atap mengalami ambruk dalam waktu singkat. ”Ada sedikitnya delapan siswa mengalami luka-luka. Enam di antaranya luka ringan, dan dua mengalami luka berat,” ujar kapolsek.

Para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Jetis. Lokasi puskesmas persis berada di depan MTs Bahrul Ulum. ”Untuk dua siswa lainnya, karena mengalami pusing-pusing, mereka dirujuk ke dua rumah sakit,” tandasnya.

Dua siswa itu diketahui bernama M. Fifky Affandi dan Heni Ratnasari. Mereka dirujuk ke RSUD Gedeg, Kabupaten Mojokerto dan RS Rekso Waluyo, Kota Mojokerto. ”Sementara siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang oleh pihak puskesmas,” papar kapolsek.

Masing-masing M. Ibnu Affan, Rio Febrianto, Leni Dranawati, Danni Setiawan, M. Abdul Yazid dan Solikin. (mj/ori/ris/JPR)

Baca Juga