Beranda Metropolis

Duh! Dua Kelurahan di Bogor Tengah tak Punya Septic Tank

Sungai Ciliwung

BOGOR- RADAR BOGOR,Meski bersinggungan langsung dengan sungai yang bermuara ke DKI Jakarta, namun warga Kelurahan Babakan Pasar masih membuang limbah domestiknya langsung ke sungai karena tak memiliki septic tank. Hal itu diungkapkan Camat Bogor Tengah Agustian Syah.

Dikatakan dia, nantinya dua kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah, yakni Kelurahan Babakan Pasar dan Sempur, akan memfokuskan dana kelurahan pada program naturalisasi Ciliwung.

Menurut data yang dia dapat, dua kelurahan tersebut bersinggungan langsung dengan sungai yang bermuara ke DKI Jakarta itu. Apalagi masih ada Pekerjaan Rumah (PR) besar yang belum terselesaikan.

“Kelurahan Babakan pasar kita akan fokuskan untuk jambanisasi karena masih ada 822 warga yang membuang limbah domestik nya langsung ke sungai, kita arahkan dana kelurahan untuk pembangunan jambanisasi itu,” ujarnya kepada Radar Bogor usai kegiatan Minggon, Rabu (6/2).

Dari program jambanisasi itu, kata Agus, masing-masing rumah akan memiliki septic tank. Rencananya pekan depan akan dilamukan asistensk anggaran sehingga diketahui berapa kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk disesuaikan dengan anggaran yang ada. “Jadi nanti secara bertahap sampai semuanya benar-benar selesai,” katanya.

Kemudian untuk dana kelurahan di Kelurahan Sempur, lanjut dia, akan difokuskan pada penunjang kebersihan. Seperti pengadaan gerobak sampah hingga pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) yang konteksnya kecil. Hal itu dikarenakan Kelurahan Sempur mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp5,5 milyar di tahun ini.

“Saya minta kepada lurah untuk membantu tim Satgas Ciliwung yang baru saja terbentuk untuk mengidentifikasi dan memetakkan selama dua minggu ini, karena yang mengetahui itu adalah pimpinan wilayah,” terangnya.

Sementara kelurahan lain yang tak bersinggungan langsung dengan Sungai Ciliwung, sambung dia, dana kelurahannya akan difokuskan pada banyak kegiatan. Seperti perbaikan jalan lingkungan atau lainnya yang menunjang aktivitas warga. Sebab beberapa lokasi di Kecamatan Bogor Tengah sudah tercover oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Makanya kita harapkan teman-teman di Kelurahan bisa peka. Jangan sampai pembangunan dari dana kelurahan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Terkait itu, Kabid Perumkim Herman Rusli menuturkan, saat ini pihaknya masih fokus menggarap Detail Enginering Design bersama konsultan yang telah ditunjuk. Pasalnya, penataan kawasan kumuh ini akan mendapatkan suntikan anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR sebesar Rp. 27 miliar.

“Penanganan kawasan kumuh sudah ada peraturannya. Kalau untuk yang skala kawasan di bawah lima hektar untuk menggunakan APBD masing-masing daerah. Luas kawasan 10 – 15 hektar bisa dibantu provinsi. Dan di atas 15 hektar dibantu oleh pusat. Untuk kawasan Ciliwung ini sudah lebih dari 15 hektar. Otomatis juga pusat bisa ikut intervensi. Dan alhamdulillah kita dibantu,” papar Herman di ruang kerjanya, kemarin.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2019 ini Pemerintah Pusat akan menggelotorkan dana untuk menata dua kawasan tersebut. Dari angka Rp27 miliar itu, rencananya akan dibagi menjadi dua peruntukan. Yang pertama kawasan sempur senilai Rp. 15 miliar. Sementara untuk wilayah Babakan Pasar Rp. 12 milyar. Anggaran dari pusat akan cair jika DED yang tengah dirancang Disperumkim sudah selesai.

“Untuk tahap awal akan cair Rp. 5.5 milyar dulu. Nah kita sedang kejar itu. DED. Berapa anggaran yang dibutuhkan, kita menyesuaikan dengan DED. Hasil dari DED inilah yang akan dijadikan acuan dan nilai jual baik untuk provinsi atau pun pusat,” jelasnya. (gal/rp2/c)

Baca Juga