Beranda Politik

Sekjen Fornas: Hoax Rusak Proses Demokrasi

Ilustrasi hoax. Sekjen Fornas Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman mengajak semua elemen untuk membasmi penyebaran hoax. (Pixabay)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Ancaman hoax kian nyata. Belakangan, informasi tak valid alias bohong menyebar luas dan membikin gaduh.

Hoax 7 kontainer surat suara tercoblos menjadi salah satunya. Imbas informasi ‘bodong’ tersebut, publik dibuat geger, termasuk KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi lima tahunan.

Sekjen Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman mengatakan, hoax yang diproduksi bahkan beredar luas di masyarakat, mempunyai tujuan untuk menghancurkan demokrasi.

Padahal, demokrasi merupakan satu proses yang beradab untuk memilih pemimpin yang akan menjalankan amanah 5 tahun ke depan.

“Dan itu proses siklus kekuasaan yg konstitusional dan sesuai dengan etika politik,” kata Taufan kepada JawaPos.com melalui siaran tertulisnya, Kamis (10/1).

Dia memaparkan, hoax di media sosial maupun media lainnya menghancurkan kohesi sosial apalagi. Terlebih dengan stigmanisasi yang membuka luka- luka relasi dalam stuktur sosial.

“Cara-cara sistematis dengan hoax ini di-design untuk merebut kekuasaan dengan cara yang tidak beretika. Bahkan menimbulkan kerusakan dan konflik sosial, ” jelas mantan Aktivis 98 itu.

“Sangat tepat apabila hoax itu menjadi musuh utama yg harus di berantas,” lanjutnya.

Terkait kontestasi Pemilu 2019, Taufan melihat sudah dipenuhi hoax yang secara sistematis merusak pesta demokrasi.

Namun, masyarakat sudah tidak mau digiring untuk menghancurkan demokrasi. “Ini bisa di
lihat dari partisipasi masyarakat yanh meningkat dalam partisipasi politik tahun 2014 dan pemilihan kepala daerah kemarin,” ungkapnya.

Editor : Imam Solehudin

Baca Juga