Beranda Bogor Raya

Merasa Ditekan, Warga Protes Sidang Kasus Pengianiayan yang Dilakukan Kades Kalong II

Saksi dan korban merasa ditekan saat mengikuti persidangan kasus penganiayaan yang dilakukan Kepala Desa Kalong II, Suhanda di PN Cibinong, Rabu (9/1/2019).

CIBINONG-RADAR BOGOR, Beberapa saksi dan pelapor merasa tidak puas dengan proses persidangan kasus penganiayaan Kepala Desa Kalong II, Suhanda.

Salah satu saksi yang merupakan warga Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Fajar Slasa (21) mengaku keberatan dengan apa yang disampaikan Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidan tertutup yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) pada Rabu (9/1/2019).

“Pihak korban ditekan jaksa dan hakim. Malah pas pertama kami masuk pihak hakim meminta untuk damai. Tapi, kami pengen lanjut,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (11/1).

Atas keberatan itu, Fajar yang juga merupakan anggota Ormas Gerakam Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) mengancam akan melakukan aksi demonstrasi. “Kami akan demo ke Kejaksaan. Kita pengen menegakkan keadilan,” kata Fajar.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Regi Komara mengaku belum tahu terkait rencana aksi yang mengarah ke Kejari Cibinong.

Menurutnya dalam waktu dekat ia akan melakukan koordinasi dengan kasi pidana umum (pidum) dan JPU yang menangangi kasus tersebut. “Saya harus koordinasi dengan kasi pidum dan JPU-nya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Hingga Jumat (11/1) sore, belum ada satupun pihak Pengadilan Negeri (PN) Cibinong yang bisa dikonfirmasi Radar Bogor. Humas PN Cibinong, Ben Ronald Situmorang mendadak tidak bisa dihubung.

Diberitakan sebelumnya, AS (15) warga Kampung Kalong Tonggoh RT 02 RW 03 Desa Kalong II menjadi korban penganiayaan dari Kepala Desa Kalong II.

Padahal, AS adalah seorang yatim yang saat ini tinggal bersama ibunya. Ayahanda AS telah meninggalkannya sejak kecil. Ia duduk di bangku sekolah SMPN Kelas IX sambil menimba ilmu di salah satu pesantren Kalong Tonggoh.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (21/8) sekitar pukul.16.00 WIB di lapangan sepak bola kalong II. Saat itu sedang ada petandingan kompetisi sepakbola antar RT 02/3 melawan tim dari pegawai Staff Desa.

Entah bagaimana, tiba-tiba warga berkerumun saat melihat AS dipukuli oleh Kepala Desa tanpa tahu penyebabnya. Ibunda AS yang tidak terima langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Satreskrim Polsek Leuwiliang.(fik/c)

Baca Juga