Beranda Ekonomi

Dolar Merangkak Naik, Emas Antam Turun Rp 3.000 Per gram

Ilustrasi mata uang Dolar AS (Dok. JawaPos.Com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Sinar emas meredup akibat Dolar AS yang melemah dan prospek kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok meningkatkan minat investor untuk aset berisiko.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.285,30 per ounce pada pukul 01.42 WIB. Sedangkan Emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,3 persen menjadi USD 1.285,90 per ounce.

RJO Futures di Chicago Phil Streible mengatakan, pelaku pasar menunggu untuk melihat apa yang terjadi dengan perundingan tarif antara AS dan Tiongkok.

Dolar bangkit dari level terendah hampir tiga bulan di sesi sebelumnya di tengah ekspektasi jeda siklus kenaikan suku bunga Amerika. Dolar yang lebih tinggi membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Di antara logam mulia lainnya, palladium melesat hampir satu persen menjadi USD 1.311,60 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi USD 1.328,62 di awal sesi.

Sedangkan Perak naik tipis 0,1 persen menjadi USD 15,66 per ounce, sedangkan platinum turun 0,9 persen menjadi USD 814,90, setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan di posisi USD 831,10 pada sesi Senin lalu.

Sementara, emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 657.000/gram. Harga ini turun Rp 3.000 dibanding kemarin.

Sedangkan harga buyback hari ini turun Rp 4.000 menjadi Rp 578.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Mengutip situs resmi PT Aneka Tambang (Persero) rincian harga emas Antam hari ini diantaranya, Pecahan 1 gram Rp 657.000, Pecahan 5 gram Rp 3.105.000, Pecahan 10 gram Rp 6.145.000, Pecahan 25 gram Rp 15.255.000, dan Pecahan 50 gram Rp 30.435.000.

Sedangkan Pecahan 100 gram Rp 60.800.000, Pecahan 250 gram Rp 151.750.000, dan Pecahan 500 gram Rp 303.300.000.

Editor : Teguh Jiwa Brata
Reporter : Romys Binekasri

Baca Juga