Beranda Politik

Hobi Bikin Isu Kontroversial, PSI Dipastikan Masuk ‘Liang Kubur’ PT

Ketua Umum PSI Grace Natalie bersama Sekjennya Raja Juli Antoni di Gedung KPU. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dipastikan tidak akan lolos ke Senayan dan masuk dalam ‘liang kubur’ ambang batas parlemen, alias Parliamentary Threshold (PT). Pasalnya, elektabilitas parpol dibawah komando Grace Natalie itu belum terdongkrak.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Indonesia (LSI) Ardian Sopa mengataka‎n, dari lima kali survei sepanjang bulan Agustus – Desember 2018. Partai yang kerap membuat sensasi di media sosial itu masih belum bisa terdongkrak elektabilitasnya.

Seperti di bulan Agustus elektabilitas PSI sebesar 0,2 persen, September 0,2 persen, Oktober 0,2 persen, November 0,9 persen, Desember 0,1 persen. “Jadi itu data dari LSI bersadarkan bulan Agustus hingga Desember 2018,” ujar Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (8/1).

Ardian mengaku salah satu penyebab elektabilitas PSI tidak naik. Karena partai debutan baru itu masih kerap memainkan isu kontroversial. Sehingga berdampak kepada citranya.

“Kita lihat isu yang timbulkan kontroversi ternyata efeknya relatif negatif terhadap si pengusung hal tersebut. Seperti PSI, idenya banyak tapi relatif kontroversi di masyarakat,” katanya.

Contohnya, Penolakan terhadap perda agama, poligami, serta yang terkahir soal award kebohongan kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief berdampak terhadap elektabilitasnya. Karena masyarakat pada kenyataan tidak suka hal-hal yang menimbulka pro dan kontra.

“Masyarakat lebih suka dengan isu yang bisa membangun kemudian juga yang mempersatukan,” katanya.

‎Adapun empat partai baru lainnya mendapatkan elektabilitas di bulan Desember sebesar 1,9 persen untuk Partai Perindo. Partai Berkarya 0,1 persen. Kamudian Partai Garuda mendapakan angka 0,2 persen untuk bulan Desember 2018.

Survei LSI ini dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebesar 1200 orang. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Sementara margin of error survei plus minus 2,9 persen.

Baca Juga