Beranda Metropolis

Lurah-Camat Malas, Siap-siap Dimutasi. Bima Arya :  Banyak Pembiaran di Lapangan

Walikota Bogor Bima Arya

BOGOR-RADAR BOGOR, Mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor, segera dilakukan secara besar-besaran. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menegaskan rotasi diperlukan karena banyak lurah yang menyepelekan permasalahan sosial di wilayahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pekan kedua Januari ini akan ada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja 68 lurah. “Lurah sebagai wali kota di daerahnya seharusnya bisa segera merespon problem warga. Saya sudah turun ke lapangan saja masih banyak yang belum maksimal,” ujar Bima.

Bima mencontohkan, masalah sampah dan kebersihan di masing-masing kelurahan. Menurutnya, posisi camat pun akan dievaluasi.

“Masih banyak pembiaran di lapangan, seperti sampah di bantaran Ciliwung itu misalnya. Saya turun ke lapangan saja enggak beres-beres masalahnya. Kalau enggak bisa turun ke lapangan lebih baik tidak usah menjadi lurah,” paparnya.

Selain kebutuhan organisasi, kata dia, rotasi dan mutasi juga akan didasarkan pada kinerja masing-masing organisasi perangkat daerah. Bima menyebutkan, hasil serapan akan jadi salah satu bahan pertimbangan bagi Bima Arya untuk merotasi pejabat.

“Proses rotasi mutasi akan lihat juga proses serapan anggarannya. Saya belum dapat data terakhir, tetapi hasil hitungan silpa dari masing-masing SKPD akan jadi pertimbangan,” kata Bima.

Bima mengakui, pada 2018 serapan anggaran jauh dari target yang diharapkan kurang dari 80 persen. Tidak terserapnya anggaran dengan baik, menurut Bima terjadi karena lemahnya perencanaan di masing-masing SKPD.

Selain itu, banyak juga proyek yang gagal lelang, dan faktor keterlambatan pengerjaan kontraktor membuat serapan anggaran tak maksimal.

“Saya akui perencanaan lemah, jadi pelaksanaan tidak maksimal. Perencanaan itu semuanya bertanggung jawab, Bappeda yang merencanakan, dibantu asisten,” kata Bima.

Bima memastikan, tahun ini seluruh lelang dilakukan seawal mungkin. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan serapan.

“Januari kami fokus di situ, semua proses lelang harus lebih cepat. April harus sudah ada pemenangnya. Kedua mematangkan penyusunan RPJMD agar proses lelang pada 2020 nanti juga sesuai dengan program prioritas,” ucap Bima.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menambahkan, telah mengusulkan nama-nama pejabat yang akan dirotasi dalam waktu dekat ini kepada Kementerian Dalam Negeri.

Rekomendasi dari Kemendagri diperlukan berkaitan dengan status Walikota Bogor Bima Arya yang belum dilantik kembali sebagai wali kota periode 2018-2023.

“Ada banyak yang akan dirotasi, kita tidak bisa sebutkan satu persatu, yang jelas selain dilihat dari kinerja, kebutuhan organisasi jadi bahan pertimbangan,” tuturnya. (ipe/c)

Baca Juga