Beranda Metropolis

Incar Pembuang Sampah ke Sungai Ciliwung, Bentuk Tim Operasi Tangkap Tangan

Petugas tengah membersihkan sampah di Sungai Ciliwung. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Minimnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, membuat Pemerintah Kota Bogor masih kewalahan menanggulangi permasalahan sampah di sekitar Sungai Ciliwung.

Walikota Bogor Bima Arya juga pun berencana membentuk tim operasi tangkap tangan (OTT). Tim OTT itu mengincar para pembuang sampah dan limbah di Sungai Ciliwung.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Ade Nugraha, berharap tim OTT tersebut bisa mulai beroperasi pada awal Januari 2019 ini. Melalui penegakan peraturan daerah, ia optimistis, sampah di Sungai Ciliwung dapat berkurang.

“Dalam waktu dekat ini mungkin ada rakor lagi, kalau penindakan memang ranahnya di Satpol PP. Kami juga masih menunggu. Memang sebaiknya ditegakkan, karena dalam undang-undang juga sudah diatur, pembuang sampah di sungai bisa didenda sampai Rp 50 juta dan kurungan 6 bulan, namun sampai sekarang tidak pernah ditegakkan,” kata Ade.

Dinas Lingkungan Hidup, lanjutnya, memprediksi, masih banyak sampah dibuang masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Sampah tersebut tersebar di 87 titik di 13 kelurahan.

“Perkiraan kami di atas 30 ton perhari. Kalau satu titik saja 2 kubik, dikalikan 87 titik, ya kira-kira ada 30 ton,” papar

Ade mengatakan, padatnya permukiman penduduk yang tidak didukung akses jalan yang lebar membuat DLH Kota Bogor kesulitan memberikan akses truk sampah ke wilayah bantaran Sungai Ciliwung.

“Sampah di kawasan bantaran Sungai Ciliwung memang sulit untuk di bawa ke tempat lokasi pembuangan sampah, kecuali jika memang warganya mau. Rata-rata permukiman di sana sangat padat, aksesnya juga sulit, jadi warga lebih gampang buang ke sungai,” tuturnya.

Tahun ini, kata Ade, pihaknya lebih menitikberatkan penanganan sampah pada sumbernya. Salah satu sumber sampah terbanyak di Kota Bogor, menurut Ade, berasal dari limbah rumah tangga di permukiman.

Khusus untuk naturalisasi Sungai Ciliwung, DLH Kota Bogor mencoba untuk melakukan pendekatan kepada warga salah satunya dengan melakukan sosialisasi bagaimana cara mengolah sampah agar dapat digunakan.

“Hingga 2025 mendatang, target pengurangan sampah kami sampai 30 persen. Sampai saat ini baru 11 persen, ini masih jauh dari target. Sosialisasi terus kami lakukan, terutama ke warga, dan komunitas. Di bantaran Sungai Ciliwung, kita fokuskan sosialisasi agar sampah bisa dibuat kompos atau biopori,” ujar Ade.

Selain sosialisasi, kompetisi kebersihan antar kelurahan juga terus digalakkan. Pemerintah Kota Bogor juga akan memberikan kompensasi berupa penghargaan dan sanksi bagi lurah dalam hal pengelolaan sampah.

“Khusus di 13 kelurahan ini nanti ada perlombaan kebersihan, kriterianya beda-beda, ada perumahan teratur, swadaya, dan tepi sungai. Nanti juga lurah yang konsisten dalam menanggulangi masalah sampah tentu akan lebih mudah dapat promosi dari wali kota, sementara yang tidak bisa dikenakan sanksi,” kata Ade.

Ketua Komunitas Peduli Ciliwung, Een Irawan mengaku, siap mendukung normalisasi Sungai Ciliwung terutama pembersihan sampah. “Kalau memang serius, tiga bulan saja sebelum peringatan Hari Air Sedunia, permasalahan sampah di Sungai Ciliwung bisa teratasi,” ucapnya. (ipe/b)

Baca Juga