Beranda Ekonomi

Didukung Sentimen Positif, Rupiah Pekan Ini Bisa Lanjut Menguat

Ilustrasi penukaran mata uang asing di money changer (DOK.ISSAK RAMDHANI/JAWAPOS.COM)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Selain dolar yang sedang loyo, banyak sentimen positif dalam negeri yang mendukung rupiah dapat bergerak di zona hijaunya.

Analis AAEI Reza Priyambada mengatakan, berkaca pada perdagangan pekan lalu, rupiah mampu membukukan kenaikan yang lebih baik dari sebelumnya. Adanya rilis inflasi yang dianggap cukup stabil membuat laju Rupiah mampu mengalami kenaikan di samping sejumlah sentimen lainnya.

“Kondisi dari dalam negeri juga cukup kondusif terutama setelah BI kembali menegaskan akan tetap mengarahkan kebijakan moneter untuk lebih prostabilitas demi menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar Rupiah,” ujarnya Senin (7/1).

Empat instrumen lain yakni makroprudensial, pedalaman pasar keuangan, sistem pembayaran dan ekonomi & keuangan syariah akan disetir untuk lebih propertumbuhan yang akomodatif.

Di pekan kemarin, laju Rupiah sempat menguat ke level 14.345 atau di atas sebelumnya di level 14.563. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 14.265 atau di bawah sebelumnya di angka 14.260 dan level terendah yang diraih di level 14.345 dibandingkan sebelumnya di level 14.555.

Rupiah cukup beruntung dengan masih adanya sejumlah sentimen positif yang dapat mengimbangi sentimen dari global. Pergerakan Rupiah sempat melemah di pekan kemarin seiring dengan masih adanya kekhawatiran akan terjadinya government shutdown di AS sehingga meningkatkan permintaan akan aset-aset save haven, yaitu USD.

Di sisi lain, terapresiasinya USD juga disebabkan rilis data ketenagakerjaan AS yang dilaporkan mengalami peningkatan penyerapan pekerjaan. Selain itu, juga disebabkan melemahnya EUR dan GBP seiring dengan belum tuntasnya masalah Brexit di bawah pemerintahan PM Theresia May.

Akan tetapi, kondisi berbalik dimana USD kembali melemah setelah merespon pernyataan Gubernur The Fed, Powell, yang menyampaikan bahwa The Fed akan bersabar dalam menyikapi dan mencermati kondisi ekonomi internal dan global.

Tidak hanya itu, di akhir pekan bahkan menyatakan bahwa The Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga dan memungkinkan untuk menghentikan kebijakan pengetatan seperti yang pernah terjadi pada 2016.

“Diperkirakan laju Rupiah akan berada pada rentang support 14.365 dan resisten 14.332,” tandasnya.

Baca Juga