Beranda Metropolis

Curah Hujan Turun, Panas Menyengat. Bogor Diserang Monsoon Break!

Ilustrasi Cuaca

BOGOR-RADAR BOGOR, Cuaca di Bogor beberapa hari ini cukup terik dengan panas yang menyengat di siang hari.

Menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut diakibatkan menurunnya curah hujan di Bogor.

Fenomena ini, terjadi lantaran sedang ada iklim monsoon break atau penurunan curah hujan harian secara drastis.

Kasi Data dan Informasi BMKG Dramaga, Hadi Saputra menjelaskan, saat itu pasokan suplai air untuk pembentukan awan hujan mengalami pengurangan. Akibatnya, curah hujan menjadi rendah.

Monsoon, kata dia, fenomena perubahan iklim secara ekstrim yang terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara secara ekstrim di kawasan daratan India dan Lautan Hindia. Perubahan tekanan udara ini akan mengakibatkan terjadinya angin sangat kencang (jet stream effect) dari lautan lepas menuju daratan India.

“Jadi minggu ini ada namanya monsoon break. Ini artinya angin monsoon asia. Tapi sekarang sedang berhenti dulu. Makanya hujan juga berhenti. Angin ini sebenarnya normal. Dia yang menjadi penyebab siklus hujan turun lebih tinggi,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Hadi memprediksi, kondisi ini akan berlangsung hingga akhir Januari. Setelah itu, monsoon melanjutkan siklusnya kembali, hujan diprediksi akan turun lebih sering lagi.

Dia menambahkan, fenomena monsoon break juga tidak akan berdampak secara signifikan pada kegiatan pencegahan banjir yang bersifat jangka panjang.

“Kewaspadaan tetap harus. Yang namanya fase musim hujan, segalanya bisa terjadi. Yang harus kita waspadai tetap awan cumulonimbus. Kalau sudah melihat awan ini, nah ini harus waspada. Potensi angin puting beliung kapan saja bisa terjadi,” paparnya.

Tak hanya wilayah Bogor, beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah pun mengalami fenomena yang sama. Namun, ia menepis anggapan jika panas di musim hujan ini akibat jejak erupsi Gunung Krakatau.

“Hujan distop dulu selama angin ini berhenti. Kalau ada, siklus hujan akan normal kembali,” pungkasnya. (rp2/b)

Baca Juga