Beranda Olahraga

Teriak ‘Mafia’ di PTIK, Suporter PSM Kecewa Kinerja Buruk PSSI

Suporter PSM kecewa dengan kinerja PSSI dalam mengelola sepak bola Indonesia

JAKARTA-RADAR BOGOR,Hasil imbang yang diraih PSM Makassar di kandang Bhayangkara FC, Senin (3/12), tidak hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan pemain dan pelatih. Para suporter tim Juku Eja juga turut merasakan hal yang sama.

Hasil imbang tentunya bukan target PSM dalam laga tandang terakhir mereka musim ini. Sebab untuk memastikan diri sebagai peraih gelar juara Liga 1 2018, Juku Eja harus meraih kemenangan.

Namun, hasil yang diraih tidak sesuai ekspektasi. Skuad besutan Robert Rena Alberts harus puas ditahan imbang oleh Bhayangkara. Melihat hal itu, suporternya merasa kecewa.

“Kalau kecewa sih pasti ada. Tetapi kita sebagai suporter harus mendukung mereka semua di manapun berada. Kalah menang itu hal yang biasa,” ucap salah satu suporter PSM,
Lebih lanjut, David mengungkapkan kekecewaan yang dirasakan suporter PSM bukan akibat dari hasil yang diraih tim idolanya. Tetapi lebih kepada ketidakadilan PSSI terhadap PSM.

Tidak heran dalam laga tersebut para suporter PSM sempat meneriakkan ‘mafia’. Bahkan ucapan tersebut kerap dikumandangkan dengan lantang saat wasit memberikan keputusan yang tidak adil.

Salah satunya terjadi ketika wasit memutuskan hanya memberikan tambahan waktu dua menit di babak kedua. Hal itu jelas sangat merugikan PSM. Sebab peluang mereka untuk mencetak gol semakin kecil. Padahal saat itu PSM mampu membombardir pertahanan Bhayangkara.

“Ya untuk omongan mafia karena adanya kasus pengaturan skor di kalangan PSSI. Seperti yang kita lihat di (acara) ‘Mata Najwa kemarin yang membahas semua mafia di Indonesia mengenai kasus itu,” ungkap suporter yang datang langsung dari Makassar.
“Saya harap PSSI bisa ada revolusi supaya sepak bola Indonesia bisa maju dan berkembang. Jadi tidak ada lagi yang dirugikan,” lanjutnya.

(mat/JPC)

Baca Juga