Beranda Ekonomi

Jelang Pemilu Semester AS, Rupiah Berpeluang Curi Kesempatan Lagi

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah (Dok. Fajar)

JAKARTA-RADAR BOGOR Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat memanfaatkan pelemahan Dolar seiring adanya pemilu tengah semester (midterm election) AS.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, dengan kondisi tersebut, para investor pasar uang cenderung melepas dolar sehingga ada kesempatan rupiah untuk kembali menguat.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.983-14.969,” ujarnya Rabu (7/11). Reza menyampaikan, investor lebih melihat sentimen global dibandingkan sentimen domestik. Pasalnya, meski dirilisnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dianggap di atas ekspektasi namun, tidak cukup kuat mengangkat Rupiah.

“Bahkan berbalik melemahnya laju USD setelah penguatan selama beberapa hari sebelumnya juga tidak direspon positif,” tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB kuartal III-2018 naik 5,17 persen, di atas ekspektasi sejumlah pengamat yang memperkirakan di angka 5,14 persen.

“Pertumbuhan ekonomi itu dinilai tertinggi secara tahunan sejak 2014 atau di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo,” ucapnya.

Sementara Konsumsi pemerintah pada kuartal III-2018 cukup memberikan kontribusi lebih bagi pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut yang tumbuh 5,17 persen. Meski dinilai di atas ekspektasi namun, angka tersebut jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,27 persen.

“Oleh karena itu, pelaku pasar memanfaatkan penguatan Rupiah sebelumnya untuk kembali melemah,” tandasnya.

(mys/JPC)

Baca Juga