Beranda Bogor Raya

Bahaya! Cariu Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Konsumsi Air Sungai Cihoe

KRISIS AIR: Warga Kampung Babakanloa, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cairu, terpaksa membuat sumur di aliran Sungai Cihoe untuk mendapatkan air.

CARIU-RADAR BOGOR, Beberapa warga di wilayah Timur Kabupaten Bogor, mulai dilanda krisis air bersih. Salah satunya warga Kampung Babakanloa, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengkonsumsi air Sungai Cihoe yang tak lagi mengalir. Kondisi ini jelas membahayakan kesehatan warga setempat.

“Ini kondisi kami saat kemarau tiba memanfaatkan air sungai. Bahkan bukan saja warga kampung kami, hampir satu dusun yang terdiri dari enam RT memanfaatkan Sungai Cihoe,” ujar Abdul Kholik tokoh pemuda, Kampung Babakanloa Desa Tegalpanjang, kepada Radar Bogor.

Kholik yang juga kader muda Ulama MUI ini menuturkan, warga memanfaatkan air sungai ini untuk keperluan sehari-hari. Seperti mencuci, mandi dan masak. Dirinya mengaku prihatin atas musibah kekeringan yang melanda wilayahnya.

“Walaupun saat ini keadaannya (sungai) mengkhawatirkan karena aliran ssudah tidak mengalir lagi dan warna air mulai berubah warna, warga tetap memanfaatkannya,” jelas Kholik.

Warga dikampungnya itu telah melakukan berbagai upaya agar warga mendapat air bersih. Oleh karennya, kata dia, warga meminta kepada pemerintah agar segera merespon masalah yang dialami wargan Kampung Babakanloa. Akibat mengkonsumsi air sungai ini juga, warga terserang berbagai penyakit.

“Kami setiap kemarau selalu mengalami hal serupa.Keluhan dari segi kesehatan warga mulai mengalami penyakit kulit, batuk, air berbau, mual, pusing, dan keluhan lain,” beber Kholik.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cariu dr. Faraitody Itamy menghimbau agar warga tak mengunakan air sungai Cihoe untuk keperluan sehari hari.

Disisi lain, ia meminta agar pemerintah mendrop air bersih untuk keperluan sehari-hari warga dengan upaya pembuatan sumber air atau mendistribusikan air melalui mobil tangki.

“Ini sangat berbahaya. Sedangkan saat air mengalir juga kami sangat tidak menyarankan menggunakan air sungai. Apalagi saat air tidak mengalir. Air yang baik itu tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau,” cetusnya.

Menurutnya dampak jika warga tetap mengkonsumsi air tersebut. Warga akan terserang berbagai macam penyakit yang cukup parah. “Diare, tifus, hepatitis, dermatitis atau peradangan kulit dan lainnya itu bisa menyerang,” bebernnya.

Camat Cariu Didin Wahidin mengaku, dirinya sudah memonitor ke lokasi Kampung Babakanloa pada saat tasyakuran Gapoktan Sekarsari Desa Tegal Panjang.

Setelah beberapa kali meninjau warga, ia menilai kondisi warga di sana sangat memprihatinkan. Warga mengamil air sungai Cihoe untuk dikonsumsi. “Solusi dekat kami sudah melaporkan ke Pemda untuk bantuan air bersih,” ujarnnya.

Upaya penanganan jaka panjang sendiri, kata Didin, kecamatan bersama UPT Pertanian dan Gapoktan akan membuat embung (penampungan air, red). “Sementara untuk pompa airnya sudah dibantu oleh Dinas Pertanian,” tukasnya.(don/c)

Baca Juga