Beranda Bogor Raya Barat Utara

Awas, Penyakit DBD Hantui Warga Pamijahan

Ilustrasi

PAMIJAHAN–RADAR BOGOR, Kini deman berdarah dengeu (DBD) menghantui warga Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pasalnya, beberapa warga Desa Pamijahan dinyatakan positif terjangkit DBD.

Hingga Minggu (14/10/2018), ada tiga warga diduga terserang wabah DBD. Kepala Puskesmas Pamijahan dr. Sista menjelaskan, ada tiga warga Desa Pamijahan yang menjalani pengobatan di Puskesmas Pamijahan.

Namun, ketiga pasien ini baru sebatas observasi febris atau deman dengan suhu cukup tinggi. “Beberapa informasi yang sudah masuk sampai saat ini, warga itu berasal dari Desa Pamijahan, Ciasihan, Ciasmara, dan Cibunian,” terangnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan RSUD Leuwiliang agar bisa stand by menerima pasien rujukan dari puskesmas Pamijahan. Ia tidak menampik wabah DBD berpotensi menyerang warga Pamijahan, meskipun saat ini baru tahap observasi febris.

Untuk mengantisipais itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah intansi, termasuk Dinas Kesehatan untuk melakukan pengasapan atau fogging di wilayah yang rawan DBD.

“Insya Allah, rencananya besok (hari ini, red) kami akan fooging. Saya juga sudah tugaskan tim puskesmas untuk turun dan melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada pasien, juga pembagian bubuk abate,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pamijahan, menurut dia, bukan wilayah yang efektif penyebaran nyamuk Aedes Aegypti. Kalaupun ada warga yang terjangkit, ia menduga akibat penyebaran virus yang dibawa pendatang.

“Pamijahan kan daerah tinggi. DBD juga bisa dipengaruhi karena faktor lain seperti tifus, lingkungan yang tidak sehat, atau ditularkan dari orang lain,” pungkasnya.(cr3/c)

Baca Juga