Beranda Bogor Raya

Ditargetkan Rampung Akhir Oktober, UPT Pelototi Pembangunan Irigasi di Ciawi

INFRASTRUKTUR:Pembangunan irigasi di Kampung Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, ditargetkan tuntas akhir Oktober 2018 ini.

CIAWI-RADAR BOGOR, Pemerintah terus menggeber pengerjaan rehabilitasi irigasi di Kampung Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Sebab, pengerjaannya ditargetkan harus rampung akhir bulan Oktober 2018 ini.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III juga telah melakukan peninjauan langsung terkait pembangunan proyek yang memakan duit APBD ratusan juta rupiah itu.

Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah III, Eka Sukarna menjelaskan, saat ini saluran irigasi telah mencapai tahapan penyelesaian akhir. Terhitung dari masa kontrak, batas pengerjaan berakhir Minggu (28/10).

“Saat ini tersisa 14 hari kalender kerja. Jadi total pengerjaan irigasi dilakukan selama 75 hari,” tuturnya kepada Radar Bogor, Jumat (12/10/2018).

Eka mengaku optimis bahwa rehabilitasi irigasi ini akan selesai sesuai waktu ditentukan. Pihaknya juga telah melakukan pemantauan secara langsung, berikut dengan pelaporan hasil kerja kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

“Tiap minggu juga kita brifing ada kendala atau tidak. Kami hanya melaporkan kemudian menegur secara lagsung jika ada pengerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi,” ujarnya.

Eka menerangkan, anggaran yang dikeluarkan dalam rehabilitasi irigasi tersebut mencapai Rp506 juta. Sementara itu, untuk progres fisik saat ini telah mencapai 92 persen, dengan target panjangnya 94 meter.

“Ketinggian kedua sisi tebingan juga sudah berdiri sesuai dengan kontur tanah. Fungsinya untuk mencegah logsor supaya tidak tergerus sampai menganggu fungsi aliran dan antisipasi musim hujan,” ungkapnya.

Eka menambahkan, rencananya irigasi tersebut mengaliri ketiga desa di Kecamatan Ciawi dengan luas lahan sekitar 20 hektar. “Fungsinya juga akan meningkatkan produksi tani. Akan dialirkan ke pertanian,” pungkasnya (rp1/c)

Baca Juga