Beranda Politik

Masyarakat NTT Ingin Buat Patung Jokowi, Sandi: Tarik Wisatawan Nggak?

Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sandi meminta masyarakat NTT menimbang keuntungan ekonomi rencana pembangunan patung Presiden Joko Widodo (Issak Ramadhani/JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR Kementerian Pariwisata mengungkapkan bahwa masyarakat Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana membuat patung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di wilayah tapal batas atau cross border Indonesia-Timur Leste. Patung yang dimaksud yaitu seperti manekin dari plastik.

Menanggapi itu, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku tidak mendukung, tetapi juga tidak menolak wacana ini. Ia hanya meminta disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Menyalahi aturan nggak? Kalau nggak menyalahi aturan, saya nggak punya komentar,” ujar Sandi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (8/10).

Meski demikian Sandi menjelaskan bahwa memang dibutuhkan semacam situs atau patung untuk menarik wisatawan. Sehingga wacana pembuatan patung Jokowi harus disesuaikan dengan kepentingan itu.

“Pada intinya, untuk meningkatkan pariwisata kan perlu situs-situs. Dan itu perlu dilihat apakah patung Pak Jokowi itu akan menarik wisatawan?” imbuh Sandi.

Selain itu, seperti pengalaman Sandi saat menjabat Wakil Guburner DKI Jakarta pembuatan sebuah patung untuk menarik pariwisata biasanya didahului survei dari lembaga yang berwenang. Selain itu selalu diawali dengan usulan dewan kesenian hingga disetujui oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Kalau misalnya sudah melewati fase itu dan dirasakan bisa menarik pariwisata masyarakat, why not?” pungkas Sandi.

(sat/JPC)

 

Baca Juga