Beranda Berita Utama

BBM Sulit, Warga Palu Korban Gempa Rela Antri hingga 24 Jam. Lihat Videonya!  

Video warga Palu saat mengantri BBM di sebuah SPBU.

PALU-RADAR BOGOR, Selain meluluhlantahkan bangunan, gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, juga menyebabkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah SPBU tersendat.

Ya, pasca gempa seluruh SPBU di Kota Palu berhenti beroperasi sehingga kebutuhan masyarakat akan BBM tidak terlayani.

Sebagian SPBU, seperti SPBU Tanah Runtuh dan SPBU Maluku sejak hari ketiga pascagempa akhirnya melayani masyarakat dengan jatah yang terbatas.

Akibatnya, warga harus antre di sejumlah SPBU di wilayah itu hingga 24 jam untuk mendapatkan BBM.

“Saya sudah antre dari kemarin siang, sampai sekarang belum terlayani juga,” kata Adip Ridwan, warga Jalan Kedondong, Palu.

Adip dan keluarganya saat ini mengungsi ke Birobuli, Palu Selatan, karena rumah keluarganya di Jalan Kedondong dan Palola rusak berat akibat gempa sehingga tidak layak lagi dihuni.

Untuk memenuhi kebutuhan BBM dan penerangan listrik, Adip terpaksa harus mengantre di SPBU Tanah Runtuh karena dari sejumlah SPBU di Kota Palu hanya SPBU itu yang melayani penjualan dengan jumlah terbatas.

Selama antrean, Adip dan ratusan pengantre lainnya terpaksa makan dan tidur di dekat SPBU, sebab jika meninggalkan lokasi dipastikan akan memulai lagi dari awal antrean tersebut.

“Kemarin katanya minyak akan tiba dari Gorontalo pukul 21.00 WITA. Informasi berubah lagi ke pukul 24.00. Tapi sampai menjelang siang ini minyak belum juga tiba,” katanya.

Kebutuhan BBM juga mendesak untuk pemerintah daerah karena kepentingan operasional seperti distribusi bantuan dan pencarian korban yang tertimbun bangunan atau tanah. (ysp)

Baca Juga