Beranda dbl

Fantastic Four Tak Terduga

SMA Plus PGRI Cibinong (jersey putih) menyalami lawannya usai pertandingan (dok.Radar Bogor)

BOGOR–RADAR BOGOR,SMA Plus PGRI Cibinong mampu menjadi tim kuda hitam yang mampu lolos ke fantastic four Honda DBL West Java Series 2018-West region di GOR Pajajaran Hall A, kemarin.

Tim berjuluk Pesat itu, menumbangkan tim unggulan SMAN 1 Bogor 36-32. Selain SMA Plus PGRI Cibinong, ada dua tim lagi menjadi kuda hitam masuk fantastic four Honda DBL 2018. Yakni SMAN 6 Depok dan SMAN 1 Cianjur.

Namun, yang paling utama lebih ke SMA Plus PGRI Cibinong. Notabennya salah satu tim dari Kabupaten Bogor, bahkan pada Honda DBL sebelumnya Pesat selalu jadi pelengkap saja. Tapi, tahun ini anak asuh Galana Yusuf mampu berbicara banyak setelah mengalahkan tim kuat seperti SMAN 3 Sukabumi, dan SMAN 2 Cianjur.

“Anak-anak sempat ngeblang di babak awal, karena berharap kepala sekola dan para guru datang. Ketika hadir, saya langsung bilang para guru sudah datang. Alhamdulilah, mereka bisa come back mema­tahkan kekuatan lawan,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Ia juga mengaku, Pesat grogi saat meng­ahadapi juara Honda DBL West Java Series-West Region 2016.

“Tapi kami hanya menunggu, hasilnya begitu bagus bisa membalikkan skor sampai akhir pertandingan,” ucapnya semringah.

Terpisah, Pelatih SMAN 1 Bogor Andri Malay mengungkapkan, anak-anak asuhannya terbawa irama permainan Pesat. Sehingga kehilangan poin di dua kuarter akhir.

“Untuk defense-nya tidak begitu baik. Malah setiap dua menit kita kena foul juga, dan tim lawan banyak poin di free throw,” ucapnya.(nal/c)

Baca Juga