Beranda dbl

Drei Menang di Dua Detik Akhir

BOGOR–RADAR BOGOR,Runner-up Honda DBL West Region 2017, Tim Putra SMAN 3 Bogor harus jatuh bangun untuk menaklukan lawannya, SMA Regina Pacis. Keduanya bertemu di hari penutupan babak penyisihan Honda DBL West Java Series 2018-West Region di GOR Pajajaran Hall A, kemarin (24/9) malam.

Enam menit kuarter pertama, Recis (Julukan Regina Pacis) unggul lewat beberapa kali penetrasi pemainnya. Pasukan Drei (SMAN 3) tak mau kalah. Tusukan pemain mereka cukup merepotkan. Faktor keberuntungan membuat Drei tak mampu mencetak angka.

Bahkan di sisa tiga menit terakhir kuarter pertama, beberapa foul yang berbuah free throw tercipta dan mengubah skor. Tak ada tambahan angka, kedua tim menutup kuarter perdana dengan skor imbang, 8-8.

Di kuarter kedua, skor tambahan baru tercipta di menit ketiga mela­lui aksi three point dari SMAN 3. Namun tak bertahan lama, Recis mampu memperkecil skor menjadi setengah angka. Skor di kuarter kedua ditutup dengan kemena­ngan Recis 14 -11.

Di kuarter ketiga, angka baru tercipta pada menit keempat lewat free throw Drei. Mereka sempat ber­hasil menyu­sul Re­cis dan menya­makan kedu­dukan menjadi 14 -14.

Di menit terakhir, Recis sempat dapatkan free throw namun tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemainnya. Paruh ketiga ditutup oleh skor imbang 16-16.

Babak penentuan kemarin yang paling seru. Aksi saling balas skor terjadi sejak menit awal. Jual beli sera­ngan pemain kedua tim berlangs­ung sengit. Lesatan three point dari Recis, mampu membuat seisi GOR Pajajaran bergemuruh di kuarter empat.

Recis sempat menjauh, namun Drei menyamakan kedudukan lewat dua kali free throw di satu menit akhir. Hanya sisa dua detik di waktu normal, Drei kembali mendapatkan free throw yang mampu dilesatkan dengan baik. Hasil ini membuat SMAN 3 lolos ke ba­bak beri­kutnya dengan skor tipis 26 -27.

Pelatih SMAN 3 Bogor, Ryan Adiputra mengaku bahwa timnya tak sedikit melakukan kesalahan yang berujung pada poin lawan. Namun, dirinya melihat semangat dari anak asuhnya tak pudar hingga detik terakhir.

“Lawan pun sengit banget. Kita juga tahu mereka siapa, kita baca di beberapa pertandingan. Ini pelajaran untuk ke depan agar kondisinya lebih baik. Belajar, lebih banyak belajar dari pertan­dingan yang sebelumnya,” bebernya.

Sementara, Pelatih SMA Regina Pacis, Fajar Maulana mengatakan, kurangnya turn over dari pemain, menjadi evaluasi di kemu­dian hari. Tak hanya itu, permasa­lahan defense juga harus dibuat lebih baik lagi.

“Kondisi anak–anak juga memang sedikit kurang prima. Ke depannya lebih banyak latihan lagi, fisik terutama harus lebih keras,” kata dia.(dka/c)

Baca Juga