Beranda Bogor Raya

TPPAS Nambo Diminati Empat Kota

BELUM BEROPERASI: TPPAS Lulut Nambo sangat dinanti-nati sejumlah daerah agar dapat segera beroperasi.

GUNUNGPUTRI–RADAR BOGOR, Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo rupanya sangat dinantikan empat kota yang ada di sekitarnya. Lokasi ini mampu menampung sampah hingga 1.800 ton per hari.

“Tidak hanya digunakan oleh masyarakat Bogor dan Depok saja, sekarang ini TPPAS Lulut Nambo diminati warga Kota Tangerang Selatan” ujar Kepala Bidang Analisis Perencanaan, Evalusi dan pelaporan pada UPTD pengelolaan TPA Regional DLH Provinsi Jawa Barat, Lutfiandi, kepada Radar Bogor, kemarin.

Lutfiandi merinci kawasan TPPAS yang terletak di Desa Lulut dan Desa Nambo ini luasnya mencapai 55 hektare. Tak heran dengan luas tersebut dapat menampung sampah sekitar 1.500-1.800 ton sampah setiap harinya.

Pembangunan TPPAS ini telah selesai dilakukan untuk tahap pembangunan infrastruktur dasar, meliputi pembangunan sanitary landfill atau penim­­bunan sampah pada suatu lubang tanah. Serta pemba­­ngunan sarana dan prasarana seperti jalan menuju lokasi, pagar dan pos penjagaan.

Lutfiandi menjelaskan bahwa anggaran yang diberikan pemerintah untuk proses pembangunan TPPAS sekitar Rp200 miliar dan dari badan usaha sebesar Rp600 Miliar. Anggaran tersebut sudah dicanangkan sejak tahun 2017 lalu. Hanya saja, realisasinya bertahap hingga saat ini.

Pengelolaan sampah yang akan digunakan dengan menggunakan teknologi mecha­nical biological treatment (MBT). Di mana sampah diolah untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau disebut refuse derived fuel (RDF).

Dengan adanya teknologi MBT ini, kata dia, diharapkan ke depannya residu yang dihasilkan maksimal 15 persen dari sampah yang masuk. Sehingga batas pakai landfill akan lebih panjang. “RDF juga akan menjadi sumber peng­hasilan bagi badan usaha sehingga jasa pengolahan sam­pah yang harus dibayar menjadi lebih murah,” tutup­nya.(cr3/don/pkl2/c)

Baca Juga