Beranda Ekonomi

Kurangi Kecelakaan di Jurang, Kemenhub Pakai Teknologi Canggih Ini

BERBAGI
Kecelakaan bus sukabumi (Dok. JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Sebuah bus yang mengangkut rombongan wisata mengalami kecelakaan di ruas Cbadak – Cikidang – Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9) lalu. Insiden itu kemudian memakan puluhan korban.

Terjadinya kecelakaan itu kembali menyita perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bus yang membawa rombongan karyawan Catur Putra Grup itu tidak melakukan uji kendaraan atau uji KIR.

Selanjutnya, masalah tersebut kemudian kembali dikaji Kemenhub untuk mempertegas aturan kewajiban uji KIR secara berkala kepada operator bus.

Insiden itu juga menyita perhatian Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini lantas menyampaikan rencananya untuk menggunakan road barrier (pembatas jalan) dengan teknologi silinder pada daerah-daerah rawan.

Ketika disinggung, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengaku baru mengetahui teknologi asal Korea Selatan.

“Saya juga baru dikasih tau. Gini perkembangan teknologi ini kan cepet banget,” ujarnya di Kementerian Perhubungan, Rabu (12/9).

Namun demikian, pihaknya mengaku siap menggunakan road barrier seperti ide Ridwan Kamil apabila memungkinkan.

Dengan catatan, kata Budi, komponen barang maupun penjualnya ada. Bukan tidak mungkin tahun depan teknologi tersebut sudah bisa digunakan.

“Kalau ada barangnya atau kemudian suppliernya ada saya pertimbangkan pakai untuk 2019. Tapi tidak panjang ya, untuk jalur rawan,” tandasnya.

(hap/JPC)

Baca Juga