Beranda Bogor Raya

Sisakan Poros Timur Tengah

BERBAGI
EKPRESIF: Bupati Bogor, Nurhayanti menyerahkan penghargaan kepada Camat Cibinong, Bambang Tawekal karena dianggap ikut andil dalam pengembangan olahraga di Kabupaten Bogor.

CIBINONG–RADAR BOGOR, Kemegahan Stadion Pakansari menjadi pembuka laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Bupati Bogor tahun 2013-2018, Nurhayanti kepada para anggota DPRD Kabupaten Bogor, senin (9/10). Ya, selama ia menjabat sebagai wakil bupati hingga menjadi PLT bupati, Stadion Pakansari Cibinong menjadi capaian terbaiknya.

Stadion Pakansari sendiri pernah masuk ke dalam 14 stadion terbaik dunia. Pakan­sari mendapat penghargaan Stadion of The Year 2016 melalui voting masyarakat dunia yang dinaungi situs StadiumDB.com.

“Pada 2013, progres pembangunan baru mencapai 45 persen. Di 2014, progres men­capai 60 persen, stadion rampung pada 2017,” ujar Nurhayanti, saat Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kabupaten Bogor.

Meski demikian, di balik capaian tersebut Yanti-sapaan Nurhayanti masih menyisakan pekerjaan rumah (PR). Banyak program yang belum ter­ealisasi. Di antaranya, proyek jalan poros tengah timur.

Ia menuturkan, pem­ban­gunan poros tengah timur terkendala kebijakan dari pemerintah pusat dan kebija­kan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tanahnya sudah se­le­sai. Tinggal menunggu program dari pusat. Karena itu meru­pakan jalan strategis kewilaya­han dan harus dibiayai dari pusat lantaran kelas jalannya kalau daerah tidak mungkin,” katanya kepada Radar Bogor.

Ia pun meminta agar bupati terpilih bisa merealisasikan pembangunan jalur poros tengah timur. “Saya harapkan kepada bupati yang akan datang untuk terus men­dorong,” tuturnya.

Selain pembangunan jalan poros timur tengah, pem­bangunan masjid raya di 40 kecamatan yang ada di Kabu­paten Bogor belum sepenuh­nya terealisasi. “Hingga se­mes­­ter pertama tahun 2018, baru 29 masjid yang ter­bangun,” katanya kepada Radar Bogor.

Sementara itu untuk target pelayanan berstandar ISO, pada 2017 sudah ter­ealisasi. Menurutnya, saat ini sudah ada 77 jenis izin yang sudah berstandar ISO. Sedang­kan, untuk pemba­ngunan ru­mah tidak layak huni, pada masa jabatan Nur­ha­yanti hingga semester per­tama tahun 2018 sudah ter­bangun sebanyak 77.169 unit.

Di mana pada 2013, RTLH yang dibangun sebanyak 24.623 unit, di tahun 2015 RTLH yang terbangun seba­nyak 41.578 unit. “Me­masuki tahun 2016 sebanyak 56.876 unit serta di tahun 2017 se­banyak 75.505 unit. “Target hingga akhir 2018 sudah ter­bangun 83.982 unit,” paparnya.

Sedangkan, untuk angka rata-rata sekolah di Kabupa­ten Bogor, saat ini berada di 7,82 tahun. Angka ini me­ningkat dari tahun 2016 yang mencapai 7,77 tahun. Semen­tara itu, untuk angka melek huruf di Kabu­paten Bogor, pada masa jabatan Nurhayanti sebanyak 3.169.198 warga buta huruf sudah belajar membaca.

Dan untuk jaminan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bogor, dari 5,7 juta jiwa, sebanyak 1.393.650 jiwa belum memiliki jaminan kesehatan. “Pada semester pertama 2018 baru 75,55 per­sen dari 5,7 juta warga Bogor su­dah memiliki jaminan,” tukasnya.(all/c)

Baca Juga