Beranda Ekonomi

Jokowi Senang Asian Games 2018 Bikin Dua Korea Berdamai

Presiden Jokowi memberikan kuliah umum di Hankuk University (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

JAKARTARADAR BOGOR, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung aksinya saat pembukaan Asian Games
2018 beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi diperlihatkan mengendarai motor gede dan melakukan atraksi atau freestyler.

Aksi tersebut, menurut Jokowi, belum pernah dilakukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama hingga mantan Presiden Rusia periode 1985-1991 (kala itu bernama Uni Soviet) Mikhail Gorbachev.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/9).

“Tapi saya cukup yakin, dari mereka enggak ada yang pernah loncat di atas mobil
dengan mengendarai sepeda motor. Enggak ada,” ujarnya disambut riuh tawa seisi ruangan.

Asian Games tahun ini, lanjutnya, dinilai mampu memperagakan secara spektakuler human capital yang ada di Asia. Lebih dari 14 ribu atlet dan 7 ribu pejabat dari 45 negara, bertanding pada 40 cabang olah raga sehingga menjadi Asian Games terbesar dalam sejarah
.

“Dan pada upacara pembukaan Asian Games kita senang sekali dapat mempertemukan Perdana Menteri Korea Selatan dengan Deputi Perdana Menteri Korea Utara. Dan sama hal-nya seperti yang dilakukan saat Winter Olympics in Pyeong-chang, para atlet dari kedua Korea jalan bersama di bawah satu bendera Korea dan bertanding bersama, di berbagai cabang olah raga,” jelas dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan perihal upaya menciptakan perdamaian di semenanjung Korea. Menurutnya, hal itu bukanlah satu-satunya tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini. Tantangan lainnya adalah tantangan keamanan, mulai dari Afghanistan, Timur Tengah, sampai Rakhine State di Myanmar.

Selain itu, populisme, proteksionisme, dan uni-lateralisme semakin meningkat di berbagai penjuru dunia. Perubahan iklim yang tidak henti-hentinya berkontribusi pada kebakaran hutan yang dahsyat, dari California sampai Australia sampai Indonesia dan pada fenomena gelombang panas dari Eropa sampai Asia Selatan. Musim panas tahun ini, kota Tokyo mencetak suhu tertinggi dalam sejarah yaitu 41 derajat celsius.

“Konsumerisme kita yang boros membawa sampah plastik sampai bergunung-gunung membanjiri berbagai pesisir dari Bali sampai Kepulauan Carribbean,” tutupnya.

(hap/JPC)

Baca Juga