Beranda Politik

Elite Nasdem Bersimpati Soal Soekarwo

BERBAGI
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) Soekarwo. Politikus Nasdem, Effendi Choiri membantah kalau kubu Jokowi-KH Ma’ruf Amin membajak kader Demokrat. Menurutnya, keputusan dukung mendukung adalah hak setiap orang.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Achmad Effendy Choiri menegaskan koalisi Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin tidak pernah membajak kader-kader Partai Demokrat.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Choi ini, kader Partai Demokrat bergabung mendukung Jokowi atas kehendaknya sendiri. Bukan paksaan ataupun tekanan dari koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Pak Jokowi dan koalisinya itu sama sekali tidak membujuk, merayu apalagi memaksa, istilahnya merampas, merampok ya enggak lah,” ujar Gus Choi di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Selasa (11/9).

Menurut Gus Choi, saat ini dukungan sembilan partai politik dan juga pihak-pihak lain sudah cukup untuk memenangkan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Tapi pihaknya selalu membuka ruang bagi siapa saja yang ingin bergabung.

“Jadi koalisi kami ini sudah mencerminkan ke-Indonesiaan,” katanya.

Namun demikian dirinya berempati dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo alias Pakde Karwo yang sepertinya tersandra ingin mendukung Jokowi. Namun kenyataanya Partai Demokrat mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Hanya memang kami Nasdem ini bersimpati dengan Pakde Karwo,” katanya.

Oleh sebab itu Nasdem dengan tangan terbuka siap menerima Pakde Karwo apabila ingin pindah dari Partai Demokrat.

“Andaikata Pakde Karwo mau gabung Nasdem ya alhamdulillah, andaikata mendukung Pak Jok‎owi juga alhamdulillah,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan adalah klaim Pakde Karwo mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Ferdinand, Pakde Karwo sampai saat ini tetap bersama Partai Demokrat. Sehingga patuh terhadap keputusan partai yang dinakodai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, dengan mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019.

Oleh sebab itu Ferdinand meminta supaya kubu Jokowi berhenti melakukan pembajakan terhadap kader-kader Partai Demokrat ini. Sebab pembajakan adalah pendidikan politik buruk dengan menghalalkan segala cara untuk menang.

(gwn/JPC)

Baca Juga