Beranda Metropolis

Perdalam Tepung Pregel, Pelaku Agribisnis Kabupaten Bandung Sambangi BASTP

PERTANIAN: Para petani dan pelaku usaha olahan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, saat mendengarkan pemaparan dari petugas BASTP, Rabu (5/9/2018).

BOGOR-RADAR BOGOR, Tiga puluh lima petani, pelaku usaha olahan dan para penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menyambangi Bogor Agro Science Techno Park (BASTP), yang berada di kawasan inovasi pertanian Cimanggu, Kota Bogor, Rabu (5/9/2018).

Rombongan yang dipimpin Ani Damayanti, Kasi Aneka Kacang dan Umbi Diperta Kabupaten Bandung dan diterima langsung pengelola BASTP yang diwakili Kasi Pendayagunaan Hasil Pengkajian (PHP), BBP2TP. Materi tepung pregel dan jenis olahannya disampaikan peneliti BB Pasca Panen, Dr. Edy Mulyono dan Ratnaningsih.

Dengan sumberdaya ubi kayu yang cukup melimpah di Kabupaten Bandung memiliki potensi peningkatan nilai tambah melalui proses pengolahan pasca panen menjadi berbagai produk salah satunya tepung.

Di BASTP terdapat Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian, Balitbanglah, Kementerian Pertanian yang telah memiliki berbagai inovasi olahan pasca panen.

Salah satu inovasi olahan terbaru dari bahan baku ubi kayu yang dihasilkan BB Paspa adalah tepung pregel. Tepung pregel yang disajikan dalam bentuk tepung racik atau premix (campuran dengan aneka tepung lokal) bisa digunakan menjadi bahan baku pangan seperti roti dan mie.

Selain pemberian materi berupa teori, peserta juga diajak praktek pembuatan roti, pizza dan pisang rai dari tepung pregel premix. Diakhir acara peserta juga dibekali tepung premix, icip-icip buat praktek di rumah dan meninjau alat atau mesin pengolahan yang ada di BB. Pasca Panen.

Tepung pregel merupakan temuan inovasi peneliti Badan Litbang Pertanian melalui Kerjasama Penelitian Internasional bersama peneliti CIRAD.

Padaubi kayu dilakukan modifikasi fisik pada ubi kayu melalui proses pemanasan mendekati suhu gelatinisasi (70-80 derajat Celcius) pada kondisi kadar air terbatas.

Tepung yang dihasilkan memiliki tingkat kehalusan tinggi dan warna cerah dibandingkan tepung ubi kayu komersial. Dinamakan tepung pregel sesuai dengan proses modifikasi yang dilakukan.

Kualitas hasil olahan tepung pregel menyamai kekenyalan olahan tepung terigu karena pori dan derajat pengembangannya setara terigu.

Antusiasme para peserta terlihat dari keseriusan mereka mengikuti bimbingan teknis hingga akhir acara. Wahyudin ketua kelompok tani Harjasari menyatakan rasa ingin tahunya untuk mempelajari proses pengolahan ubi kayu lebih lanjut.

“Kami sangat ingin kembali ke sini,” ujar Wahyudin. “Selama ini singkong kurang diperhatikan, daripada digunakan untuk pakan lebih baik diolah untuk meningkatkan nilai tambah dan penghasilan kami,” tegasnya.

Ketua rombongan, Ani Damayanti, juga sangat mengapresiasi dan merasa senang dengan materi dan wawasan mengenai olahan BASTP. “Menjadi penting dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan dan nilai tambah petani dari hasil olahannya,” tambah Ani.

Menanggapi antusiasme peserta yang sebagian besar merupakan petani, penanggungjawab BASTP, yang juga Kepala BBP2TP, Dr. Haris Syahbuddin, menyatakan bahwa fungsi pelayanan penguasaan teknologi melalui bimbingan teknologi dan pembekalan inkubasi bisnis menjadi bagian pelayanan BASTP.

“BASTP bertekad menjadi wahana untuk mencetak banyak wirausaha pertanian dan membangun usaha agribisnis berbasis inovasi teknologi,” terang Haris.

Sebagaimana diketahui, atas tekanan berat depresiasi rupiah terhadap dollar yang dialami Indonesia pada sebulan terakhir, menjadi sinyal bagi pengembangan substitusi tepung tepung terigu impor seperti pregel, mengingat kebutuhan terhadap impor tepung terigu yang terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan rilis data Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (APTINDO) menunjukkan realisasi impor gandum untuk industri pangan hingga pertengahan 2017 mencapai 5,8 juta ton (ENW). (pin/*)

Baca Juga