Beranda Bogor Raya

Warga dan Pihak Pengelola Objek Wisata Pelita Desa Bertemu, Ini Hasilnya

MEDIASI: Sejumlah warga melakukan mediasi dengan HS di kantor Kecamatan Ciseeng, kemarin (5/9). (WILDA/RDAR BOGOR )

CISEENG– RADAR BOGOR,Permasalahan antara pengelola objek wisata Pelita Desa dengan warga akhirnya selesai secara musyawarah. Rabu (5/9/2018) ratusan warga dari Desa Karihkil dan Putatnutug kembali mendatangi kantor Kecamatan Ciseeng. Kedatangan massa ini untuk meminta pemerintah kecamatan memfasilitasi mereka agar HS, meminta maaf.

HS, merupakan pemilik salah satu koperasi yang diduga melontarkan ucapan yang melecehkan umat Islam.

Selain warga, sejumlah pemuka agama dan pimpinan pondok pesantren yang ada di Ciseeng melakukan mediasi yang disaksikan muspika setempat. “Sejak awal warga hanya minta pengakuan jujur dan permintaan maaf dari saudara HS agar semua bisa kembali tenang.

Alhamdulillah saudara HS sudah secara gentleman mengakui dan meminta maaf atas ucapannya tersebut dan dituangkan dalam surat pernyataan,” kata Ustaz Haji Jon, salah seorang perwakilan warga.

Sementara, dalam mediasi itu tokoh ulama Kecamatan Ciseeng, KH. Sayuti memberikan beberapa arahan agar semua pihak mampu menjaga kondusifitas wilayah. Dia pun menekankan, bahwa apa yang telah dilakukan HS adalah sebuah kekhilafan karena tidak mengerti tentang berbagai hukum Islam.

“HS ini bukan santri, bukan kiai jadi memang tidak pantas mengucapkan hal tentang hukum agama. Namun, karena dia telah mengakui kesalahannya dalam berucap, dia juga telah meminta maaf, maka urusan ini sudah selesai,” urainya.

Sementara, Camat Ciseeng Edi Muslihat mengatakan bahwa seluruh permasalahan sudah selesai. Hal itu juga dikuatkan dengan surat pernyataan dari saudara HS yang akan melengkapi perizinan usaha wisatanya.

Kapolsek Parung, Kompol Parmin, menyebut jika pihaknya hanya diundang untuk menyaksikan mediasi sekaligus mengamankan lokasi. Dari pengamatan Radar Bogor, mediasi berjalan cukup lama dan alot.

Para pengunjuk rasa yang didominasi para santri pondok pesantren sempat kesal dan kondisi di lokasi menjadi tegang.

Mereka pun melemparkan air mineral gelas ke arah kantor kecamatan yang dijaga ketat aparat Polri, TNI dan Satpol PP, beruntung aksi ini bisa diredam para pimpinan pengunjuk rasa.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas menutup pintu masuk kantor Kecamatan Ciseeng.(wil/c)

Baca Juga