Beranda Bogor Raya Barat Utara

Tanggul Irigasi Jebol, Petani di Desa Bojong Menjerit

BERBAGI
KEKURANGAN AIR: Sejumlah petani berusaha mengambil air dari dalam sumur untuk mengairi lahan pertaniannya.

KEMANG–RADAR BOGOR, Jebolnya tanggul irigasi Cidepit yang mengaliri air ke lahan pertanian di Desa Bojong jebol. Ini mengakibatkan ratusan hektare sawah alami kekeringan. Tanggul tersebut sendiri sudh jebol sejak tiga tahun lalu.

Ketua Kelompok Tani Maju Jaya, Kampung Setu, Desa Bojong, Omad, kepada wartawan mengatakan, sejak tiga tahun lalu tanggul irigasi Cidepit di Kelurahan Atang Sendjaja, Kecamatan Kemang, jebol.

Dampaknya, krisis air dirasakan petani di Desa Bojong. Sebab, suplai air yang mestinya untuk menyiram sawah di Desa Bojong, terbuang ke Sungai Ciangke.

“Kami kesulitan luar biasa untuk bercocok tanam. Padahal bertani masih menjadi mata pencaharian utama mayoritas warga Desa Bojong,” kata dia, kemarin (5/9).

Sementara, Ketua Poktan Hoyong Maju, Kampung Sawah, Marsain menegaskan, sejak tiga tahun silam sudah tidak ada lagi petani di Desa Bojong yang menanam padi.

Di Desa Bojong terdapat sejumlah poktan, yakni Maju Jaya yang memiliki areal sekitar 25 hektare lahan pertanian, Hoyong Maju, Kampung Sawah, memiliki areal seluas 42 hektare, Rogusta memiliki 50 hektare, dan Lestari yang memiliki 20 hektare.

“Sekarang sudah tidak ada lagi anggota Poktan manapun di Desa Bojong yang bisa menanam padi,” ujar Marsain.

Koordinator Desa Hejo, Ahmad Fahir menyampaikan, pihaknya merasa prihatin dan simpatik dengan derita berkepanjangan yang dialami para petani di Desa Bojong dan sekitarnya.

Beberapa waktu lalu, tegas Fahir yang juga Ketua Bidang Media Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW), para petani di Desa Bojong, terpaksa sampai harus menggali sumur di sawah untuk menyiram tanaman yang kekeringan akibat terputusnya akses pengairan irigasi Cidepit.

“Bojong ini masuk kategori Desa Hejo, yakni wilayah yang diperuntukan bagi pertanian. Persoalan jebolnya tanggul irigasi Cidepit kami harapkan segera diatasi oleh instansi terkait baik di Kabupaten Bogor maupun Provinsi Jawa Barat,” ujar Fahir.(dkw)

Baca Juga