Beranda Bogor Raya

Kampung Budaya Sindang Barang Masih Beroperasi

BERBAGI
kampung budaya.

TAMANSARI–RADAR BOGOR, Kabar penjualan Kampung Budaya Sindang Barang, masih menjadi sorotan. Masih banyak yang tidak percaya, salah satu objek wisata itu akan dijual.

Staf bagian umum manajemen Kampung Budaya Sindangbarang, Rohman Hidayat menjelaskan bahwa perhatian mereka yang datang kini teralihkan pada perkara musabab rencana penjualan.

Padahal, sebelumnya pengunjung selalu fokus mengenai sejarah-sejarah Sunda di Kampung Budaya. Menurutnya, hingga sekarang pengunjung masih tetap ada meski tidak ramai.

Beberapa di antaranya bukan untuk berwisata, melainkan kepentingan penelitian.

“ Yang observasi dan penelitian mahasiswa masih ada. Ada juga pengaruhnya, kalau yang anak sekolah lebih ke nanya-nanya kenapa dijual,” jelas pria yang akrab disapa Oman kepada Radar Bogor, kemarin (5/9).

Meski wacana itu masih tetap ada, tapi ia memastikan bahwa Kampung masih akan tetap buka untuk umum alias belum dijual hingga Oktober mendatang.

“Besok juga ada (sudah booking) 70 orang,” kata Oman.

Diberitakan sebelumnya, pemilik Kampung Budaya, Maki Sumawijaya berniat menjual lahan warisan leluhurnya itu.

Dia sudah tak sanggup untuk membayar biaya operasional. Beberapa tahun ini pengelolaan Kampung Budaya memang lebih besar pasak daripada tiang.

Biaya pengeluaran lebih besar daripada penghasilan.

“Ya daripada rusak dari tidak bisa dibenerin, lebih baik dijual,” paparnya.

Ia berniat menjual tempat wisata seluas 8.600 meter persegi itu dengan harga sebesar Rp9 miliar. Langkah ini diambil setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) kabarnya membatalkan mengucurkan bantuan untuk Kampung Budaya sindang barang.

“Katanya ada (bantuan) cuma karena ganti gubernur jadinya enggak jadi. Sudah ditandatangan sama Aher (mantan Gubernur Jabar) waktu itu. Rencana tahun depan (bantuannya),” kata Maki.(fik/c)

Baca Juga