Beranda Metropolis

Berikan Motivasi Peserta Diklatpim IV, Bima : Bekerja Harus Dengan Passion

30 peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) IV mendapat arahan dan motivasi langsung dari Wali Kota Bogor Bima Arya di Hotel Bahtera Pelni, Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (05/09/2018)

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebanyak 30 peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) IV mendapat arahan dan motivasi langsung dari Wali Kota Bogor Bima Arya di Hotel Bahtera Pelni, Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (05/09/2018).

Dalam kegiatan tersebut orang nomor satu di Kota Bogor ini mengawalinya dengan bertanya kepada peserta Diklat Pim IV yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya bercerita saat dirinya menjadi pengamat politik, isu putra daerah saat Pilkada dianggapnya tidak akan terlalu berpengaruh. Namun, setelah ia terjun langsung dan bertemu dengan warga, ia baru menyadari kalau warga ingin ada ikatan emosional dengan pemimpinnya dan ingin pemimpinnya bekerja dengan hati bukan emosi, membangun Kota Bogor bukan merusak Kota Bogor.

“Nah, poin pertamanya pola pikir (mindset) dan passion (gairah melakukan sesuatu) dalam bekerja jauh lebih penting dari sekedar pengetahuan (knowledge),” ujarnya.

Setiap pekerja, menurut Bima, haruslah bekerja dengan passionnya. Seperti halnya di Balai Kota,  dirinya melihat dua tipe orang dalam bekerja. Pekerja yang bekerja dengan passion dan pekerja yang bekerja tanpa passion sangat terlihat perbedaannya. Tak ayal, ia selalu mengajak anak-anak muda untuk mengikuti passionnya. Sebab, passion ini yang akan menjadi penyemangat, terutama bagi ASN yang sehari-harinya terjebak rutinitas.

“Kalau bekerja dengan passion mau dimarahin bos, dibully teman kita akan tetap melangkah, bahkan mampu berfikir out of the box. Berbeda dengan orang-orang yang tidak punya passion tidak akan berkembang kemana-mana,” terangnya.

Ia melanjutkan, Kota Bogor ini kota yang paling berkarakter di Jabodetabek. Pasalnya, Kota Bogor memiliki sejarah, identitas dan kultur yang tidak dimiliki kota lain. Seluruh pembangunan di Kota Bogor pun mengarah pada tiga identitas Kota Bogor. Yakni sebagai Kota Hijau, Kota Heritage, dan Kota Pintar. Ketiga hal ini menurutnya harus semakin diperkuat dengan semangat dan optimisme dari warganya.

“Saya yakini dengan semangat kita bisa menguatkan tiga hal identitas itu,” imbuhnya.

Terakhir, Bima menambahkan, proyek-proyek perubahan yang dibuat peserta Diklatpim sebenarnya banyak yang bagus dan keren. Namun, terkadang setelah Diklat selesai, jarang di tindaklanjuti karena tidak masuk ke program dan tidak ada anggaran.

“Saya ingin BKPSDA mempunyai database semua proyek perubahan agar bisa ditelusuri perkembangannya sudah sejauh mana dan anggarannya serta tentunya pemberian reward,” katanya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor Rike Ratina Ayuningsih mengatakan, Diklatpim ini fokusnya kepada pembentukan kepemimpinan eselon IV yang menjabat sebagai Kasi, Kasubid, Kasubag di Pemkot Bogor yang dilaksanakan secara on-off selama hampir empat bulan.

“Kami sangat berharap dari Diklatpim IV ini mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru dari peserta yang membuat proyek perubahan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Makanya pak wali hadir langsung untuk memotivasi peserta,” katanya. (fla/hari-SZ)

Baca Juga