Beranda Ekonomi

KP Cipaku Lahirkan Pengusaha Bibit Buah Menasional

 

BOGOR-RADAR BOGOR,Kota Bogor telah lama dikenal sebagai pusat inovasi pertanian. Selain memiliki tanah yang subur, dikotak tegar beriman ini juga berdiri kampus pertanian terbesar di Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor serta kawasan inovasi pertanian (Kawitan) Cimanggu yang berada dalam koordinasi Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Untuk memperkokoh citra kota inovasi, Bogor kembali menambah wahana pembelajaran inovasi teknologi pertanian yang dikenal dengan Bogor Agro Science Techno Park (BASTP).

BASTP  hadir untuk  memberikan layanan dengan memadukan antara wisata ilmiah, pengembangan teknologi pertanian, dan pengembangan usaha berbasis teknologi pertanian.

Salah satu unit pelayanan BASTP  yang menarik untuk dikunjungi adalah Kebun Percobaan (KP) Cipaku. KP Cipaku Bogor merupakan Kebun Percobaan yang dimiliki BPTP Jawa Barat, Balitbangtan, Kementan.   Apa yang spesial dari tempat ini?  Sekilas tempat ini nampak biasa.


“Lokasi yang berada di sebuah daerah tersembunyi di sekitar rel kereta Cipaku.  Menuju lokasi KP Cipaku cukup menantang, karena perlu menelusuri rel kereta dan jalan setapak di atas sungai,  sesampainya di lokasi kita akan bertemu dengan koleksi plasma nutfah jenis unggul dan langka serta tipe hasil perakitan Balai Penelitian Komoditas yang perlu dipelihara.

Kepada Radar Bogor,  Kepala KP, Basuno, KP Cipaku merupakan wahana pembelajaran bagaimana menghasilkan bibit buah terbaik. Hadir sejak jaman penjajahan Belanda.  “Terdapat 55 komoditas buah, 304 pohon induk dan 1183 pohon tertanam disini,” jelas Basuno.

Selain itu, salah satu di daerah kota Bogor juga memiliki bibit terbaik. Yang sudah menasionalisasi.

Bibit-bibit terbaik yang ditanam petani nusantara salah satunya berasal dari pohon induk KP Cipaku,” tambahnya.

Basuno juga menjelaskan dari koleksi tanaman tanaman buah-buahan 304 pohon ditetapkan menjadi pohon induk (disertifikasi) terdiri dari 98 pohon durian 13 kultivar, 16 pohon rambutan 5 kultivar, 37 pohon alpukat 3 kultivar, 30 pohon mangga 5 kultivar dan berbagai jenis tanaman buah lainnya.

Siapa sangka, ujar Basuno, bahwa dari KP Cipaku banyak lahir ratusan pengusaha bibit tanaman buah mandiri atau orang menyebutnya petani penangkar.   Kiprah para penangkar hasil pendampingan KP Cipaku sudah menasional.

Seberapa penting kehadiran petani penangkar? setelah kita tahu enaknya rasa buah durian montong, durian lay, rambutan rafiah, alpukat mentega, mangga alpukat gadung 21, ketika kita bertemu dengan rasa yang kurang enak dari buah sejenis, rasa ingin tahu kita kemudian tertuju pada pengaruh faktor bibit dan pemeliharaan, yang juga sangat penting.

Selama buah itu adalnya dari bibit yang tidak jelas, jangan berharap kita akan mendapatkan rasa buah yang kualitasnya juga terjaga.  Bibit buah berkualitas adalah bibit yang sudah tersertifikasi oleh lembaga seperti Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Sebagaimana diketahui, plasma nutfah merupakan salah satu sumberdaya alam yang amat penting, karena tanpanya kita tidak dapat memuliakan tanaman, tidak dapat mengembangkan bibit unggul tanaman buah.

Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman plasma nutfah tanaman buah tropis.  Kekayaan alam yang perlu dikelola dengan baik demi jaminan pangan terbaik generasi masa depan.

Plasma nutfah merupakan salah satu sumber genetik nasional yang perlu dilestarikan dan dimanfaatkan untuk pengembangan varietas tanaman bermutu tinggi.

Menanggapi kehadiran KP Cipaku, penanggungjawab BASTP, yang juga Kepala BBP2TP, Dr. Haris Syahbuddin, menyatakan bahwa fungsi pelayanan berupa inkubasi bisnis dan konsultasi kelayakan agribisnis telah lama menjadi bagian pelayanan KP Cipaku.

BASTP bertekad menjadi wahana untuk mencetak wirausahawan muda dan membangun usaha agribisnis berbasis inovasi teknologi,” pungkas Haris.()

Baca Juga