Beranda Asian Games 2018

Kelangsungan Anggaran Tiap Cabor Pasca Asian Games Segera Dibahas

Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto (Bintang Rahmat/JawaPos.com

JAKARTA-RADAR BOGOR, Tidak dapat dipungkiri bahwa selain menguras tenaga, Asian Games 2018 juga turut menguras biaya. Masalah klasik soal keterlambatan anggaran berujung terlantarnya para atlet pun sudah mulai mengintai, terlebih untuk cabang yang menitikberatkan alokasi dana mereka di bulan Agustus.

Tentunya hal ini dapat menimbulkan kericuhan, sebab jika seluruh dana dikonsentrasikan hingga bulan Agustus, maka cabang olahraga
tersebut akan mati kutu pada bulan-bulan selanjutnya.

“Saya akan minta kepada Deputi IV Kemenpora agar secepatnya mengumpulkan cabor-cabor (cabang olahraga, Red). Karena kemarin anggaran tiap cabor beda-beda. Ada yang dikonsentrasikan hingga Agustus, ada pula yang hingga akhir tahun,” ungkap Gatot S Dewa Broto hari Senin (3/9) di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat.

Gatot menuturkan, ia tidak mau terjadi kegaduhan lagi soal anggaran yang habis. “Jangan sampai bulan Oktober ke belakang gaduh kembali. Atlet protes latihan tanpa diberi uang saku. Ujung-ujungnya harus duduk bersama lagi. Deputi IV sudah punya data-datanya, mana cabor yang dananya hanya sampai Agustus, mana yang lebih,” sambungnya.

Gatot merasa hal ini perlu dilakukan berkaca pada pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) setelah gagal di SEA Games 2017 lalu. Birokrasi pengucuran dana yang berbelit-belit berujung mengecewakannya prestasi para atlet menjadi pemicu utamanya. Karena dibubarkan, para cabor yang masih menunggu pencairan dana pun kebingungan.

“Jangan seperti saat Satlak Prima dibubarkan. Mereka (cabor, Red) seperti anak ayam yang kehilangan induk. Setelah dikumpulkan, kami akan berembuk bersama untuk menghindari kekacauan, sekaligus mencari jalan keluar agar hal ini (anggaran terlambat, Red) tidak terus terjadi berlarut-larut,” ujar Gatot.

(mat/JPC)

Baca Juga