Beranda Olahraga All Sport

Usia 50 Tahun Tak Jadi Kendala untuk Juarai GFNY Samosir 2018

Ebben Siregar menggigit medali setelah tiba di garis finish. Dia berhasil masuk finish di urutan pertama kelas Medium Fondo GFNY Championship Asia 2018, Samosir Sumatera Utara. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

JAKARTARADAR BOGOR, Meski tak berusia muda lagi, Ebben Siregar tampak semangat mengayuh sepeda
jenis roadbike miliknya di lomba Gran Fondo New York (GFNY) Championship Asia 2018 di Pulau Samosir, Sumatera Utara, Minggu (2/9). Dia tidak menyangka bisa finis pertama di kelas Medium Fondo.

Laki-laki berusia 50 tahun itu adalah pegowes asal Indonesia yang kini tinggal di Singapura. Fisiknya masih tampak bugar. Otot betisnya menunjukkan dia memang seorang yang rajin olahraga
.

Begitu tiba di garis finis, laki-laki keturunan Mandailing itu terlihat begitu riang. Apalagi ketika beberapa Putri Indonesia Sumatera Utara mengalungkan medali kepadanya.

Kepada JawaPos.com dia menuturkan, kalau mengawali start di barisan belakang. Berbeda dengan pebalap lainnya yang lebih dulu adu kecepatan di awal start, dia memilih untuk tetap stabil. Mengayuh sepeda melintasi rute Samosir yang cukup berat dengan panjang 103 km butuh stamina yang luar biasa.

Ebben pun berhasil mengalahkan para peserta lain yang masih terbilang muda. Padahal, pengalaman bersepeda Ebben masih cukup singkat. Dimulai sejak dua tahun lalu.

“Di awal saya sempat tertinggal, laju saya sedikit terhambat karena ada kecelakaan di depan saya, namun saya tetap fokus saja untuk cepat finis,” katanya kepada JawaPos.com.

Ikut di GFNY Samosir, Ebben tidak punya target khusus. Hanya ingin memperbaiki catatan waktunya saat GFNY Bali, Februari lalu.

Saat di Bali, Ebben hanya mampu finis di urutan 257. Namun hasilnya cukup memuaskan dengan berada di podium satu.

“Persiapan saya tiga bulan. Bersepeda mengelilingi Singapura, latih fisik, dan berlari. Eh, nggak nyangka bisa juara GFNY Samosir,” katanya.

Ebben mengakui rute di Samosir sangat menantang. Salah satunya tanjakan Aek Rangat, yang hampir membuat kakinya kram.

Ebben pun puas dengan prestasinya kali ini. Dia juga angkat jempol untuk keindahan alam
Samosir dan Danau Toba. Dia tidak menyangka bisa melihat pemandangan yang sangat apik.

“Lintasan di Samosir bak surga yang didambakan setiap pesepeda. Hal itulah yang jadi motivasi dan tantangan tersendiri untuk saya bisa menaklukannya,”ujarnya.

Nama Ebben Siregar akan bersanding dengan atlet sepeda jelan raya di Asian Games 2018, Aiman Cahyadi yang juga mencatatkan namanya di posisi satu kelas Granfondo 152 km. Mereka berpeluang ikut dalam GFNY di Amerika Serikat bersama ribuan pesepeda dari penjuru dunia.

Berdasar data yang dihimpun, ada beberapa atlet nasional yang juga ikut dalam GFNY Samosir. Di antaranya Yanti Fuchianti. Selain itu, ada anggota Timnas MTB Cross Country (XC) yang bersaing di Asian Games 2018 lalu. Yakni Chandra Rafsanjani, Rafika Mohamad Farisi, Noviana, dan Rohidah. Termasuk pelatih Timnas XC, Oki Raspati.

(pra/JPC)

Baca Juga