Beranda Bogor Raya

Dislaikad TNI AD Uji Coba Alusista Crane

BERBAGI
UJI FUNGSI: Dinas Kelaikan Angkatan Darat (Dislaik) TNI AD melakukan uji fungsi mobil crane di Gudang Pusat Zeni (Gupuszi) TNI AD Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kemarin (11/8)

CILEUNGSI–RADAR BOGOR, Dinas Kelaikan Angkatan Darat (Dislaik) TNI AD melakukan uji fungsi mobil crane di Gudang Pusat Zeni (Gupuszi) TNI AD Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Uji fungsi ini untuk menjamin kesiapan oprasional alat utama persenjataan (Alutsista) yang dimiliki oleh TNI AD.

“Alusista TNI AD yang saat ini se­ma­­­kin modern. Sebelum diterima oleh pengguna materil perlu menda­patkan sertifikasi kelayakan, salah satunya melalui pelaksanaan uji fu­ngsi sebagai salah satu bagian da­ri tugas pokok Dislaikad,” ujar Ka­sub­dislaik Dislaikad Kol Arm Wi­win Sugiono mewakili Kadis­lai­kad Brigjen TNI Eko Erwanto kepada radarbogor.id, Sabtu (11/8).

Dalam organisasi dan tugasnya, satuan Dislaikad menyelenggarakan kelaikan komoditi militer untuk pengadaan dan hasil pemeliharaan dalam rangka mendukung tugas pokok AD.

Selaku Penyelenggara Uji Fungsi, Wiwin menyampaikan, seluruh tim uji agar pelaksanaan pengujian disesu­aikan ketentuan yang telah disepakati dalam rapat penyusunan spesifikasi standar penerimaan (SSP) yang dilakukan sebelumnya.

Hal tersebut sekaligus untuk memas­tikan mobil crane dapat berfungsi dengan baik dan laik serta siap dioperasionalkan.

Pelaksanaan uji fungsi dipimpin langsung oleh Letkol Czi Arief Fadhila selaku Ketua Tim Uji. Sebelumnya diawali dengan penjelasan secara teknis proses pengujian yang meliputi dua cara uji, pertama uji merusak dan uji tidak merusak.

Uji tidak merusak dilakukan dengan mengecek item-item materi uji yang tertera dalam cek list penilaian sesuai spesifikasi teknis. Mulai dari konstruksi dan perlengkapan yang meliputi uji visual, tipe, engine, kerangka crane maupun perlengkapan seperti buku petunjuk pemakaian.

“Sedangkan uji merusak dilakukan dengan menguji kemampuan mobil crane mengangkat beban maksimum 13 ton, kecepatan, radius putar, kemam­puan tanjakan hingga sistem kendali, aspek kelancaran kerja dan aspek insan,” tuturnya.

Pengujian dilakukan terhadap seluruh mobil crane yang akan diterima oleh TNI Angkatan Darat melalui Ditziad dari PT. Hutama Sejahtera Internasional sebanyak tiga unit.(don/c)

Baca Juga