Beranda Metropolis

Bogorku Bersih Jilid Tiga, Ikhtiar Mewujudkan Kampung Tematik di Kota Bogor

Suasana workshop Bogorku Bersih di ruang Paseban Sri Baduga Balaikota Bogor, Sabtu (11/8/2018).

BOGOR – RADAR BOGOR, Lomba Bogorku Bersih kembali digelar, kali ini sudah memasuki tahun ketiga. Tahun ini juga dinilai banyak peningkatan dari peserta yang ikut andil di dalamnya.

Sebelum menggelar lomba, tim melakukan workshop terlebih dulu di Paseban Sri Baduga Balaikota Bogor, Sabtu (11/8/2018), dengan menghadirkan CEO Radar Bogor sekaligus penggagas lomba Bogorku Bersih, Hazairin Sitepu.  Hadir pula RT/RW se-Kota Bogor, pewakilan SD, SMP, dan SMA.

Hazairin membuka workshop dengan mengatakan agar peserta tidak melihat nilai hadiahnya, namun yang utama bagaimana menjadikan lingkungan bersih indah dan nyaman.

“Lingkungan tempat tinggal kita, tentu kita yang harus menjaga dan peduli. Jika bersih, pasti akan terasa nyaman,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Elia Buntang menyampaikan kekagumnya pada warga Bukit Cimanggu City yang memiliki kesepakatan jika sampah tidak dipilah dari rumah, tidak akan pernah diangkat.

“Warga memang punya ketegasan dalam menjaga lingkungan,” tuturnya.

Sambung Elia, khusus untuk warga yang dipinggiran sungai agar sampahnya betul – betul tidak dibuang ke sungai.

“Bisa membahayakan, apalagi Indonesia ini masuk kategori nomor dua penyumbang sampah plastik terbanyak yang masuk ke perairan, 1,2 juta ton pertahun terutama untuk laut,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya memimpikan Kota Bogor memiliki kampung – kampung tematik seperti di Surabaya.

Bukan saja indah dan cantik namun ada culture warga di dalamnya. Belajar dari Kota Surabaya dalam menata kebersihan dan keindahan kota.

Bima yakin motivasi peserta bukan hanya karena hadiah dan reward dalam kegiatan ini, namun ada yang lebih tinggi dan jauh daripada itu, yakni culture yang semakin menguat antara warga. Apalagi Penggeraknya RT RW.

“Tahun depan insya Allah kampung tematik menjadi ikhtiar kita bersama,” ucapnya.

Tentu saja, lanjut Bima semua itu bukan hanya soal fisik, namun culture dan kesabaran membuat semua warga semakin sadar.

“Bahwa kerbersihan lingkungan bukan hanya soal tanggung jawab dinas terkait, namun ada pada masing – masing diri,” tukasnya. (cr4)

Baca Juga