Beranda Politik pilkada 2018

Begini Peruntungan Duet Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

BERBAGI

JAKARTA-RADAR BOGOR        Sosok Prabowo Subianto kembali bertarung pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. Kali ini pasangannya adalah Sandiaga Uno. Ahli Restrukturisasi Nama, Ni Kadek Hellen Kristy Ws menganalisa sosok pasangan oposisi itu.

Prabowo merupakan kelahiran 17 Oktober 1951 dan Sandiaga Uno kelahiran 28 Juni 1969. Itu dinilainya Ternyata menurut Heleni, sapaan akrabnya, pasangan tersebut kurang harmonis.

“Kecocokannya hanya 40 persen (kurang harmonis). Bukanlah kombinasi yang cukup baik,” jelasnya kepada JawaPos.com, Jumat (10/8).

Sebab sosok Sandiaga Uno begitu bersemangat, tidak sabaran, cenderung berubah-ubah dan dinamis. Sementara Prabowo cenderung diam, tenang, dan bermartabat.

“Awalnya bisa mudah saling ‘menyukai’ akan tetapi akan sulit menemukan keseimbangan. Ketika Prabowo menyetujui suatu hal, Sandiaga sebaliknya,” jelas Heleni.

Sandi pun, kata dia, cenderung akan khawatir dengan partner yang menurutnya agak lambat. Dalam berkomunikasi selain masalah dominasi, perbedaan pendapat yang tajam, konflik emosional naik dan turun di antara keduanya.

“Tidak selaras (kompatible). Maka jika ke depan akan menjadi pasangan, mereka harus berkompromi dan keduanya harus benar-benar tulus untuk mencoba saling pengertian dan memahami untuk mampu  menjadi 1 tim yang harmonis,” ujar Heleni.

Nama Prabowo dihitung berdasarkan tanggal kelahirannya yakni 17 Oktober 1951 dalam 10 tahun ke depan, tantangannya cukup berat yakni di atas 10 persen. Hambatan terbesar juga terjadi pada nama Prabowo dan jika dikaitkan dengan bulan kelahirannya di bulan 10 atau bulan Oktober.

“Tahun 2019 adalah tahun dengan hambatan besar bagi Prabowo, siklus yang berat. Biasa mendekati bulan kelahiran (Oktober), code negative pada nama ini semakin kuat bekerja,” ungkap Heleni.

Karakter Prabowo menurut Heleni, sosoknya memiliki potensi spiritual yang besar. Karakter yang mempunyai empati tinggi terhadap semua orang. Sayangnya banyak orang bisa salah menebak, sehingga sosoknya dianggap sebagai orang yang kurang perhatian.

Kepribadian yang sesungguhnya memang sedikit tertutup. Sosoknya perasa dan lebih menikmati kesendirian. Prabowo juga dinilai cocok dalam bidang kemanusiaan dapat membantu meringankan beban orang lain, terkadang juga dermawan.

“Selain itu sosok Prabowo adalah pribadi yang suka bekerja di balik layar atau pemikir yang dalam. Sebab Prabowo memiliki kemampuan analisa dan insting yang kuat,” paparnya.

Sedangkan Sandiaga Uno, jika dibaca dari nama lengkapnya yakni Sandiaga Salahudin Uno, memiliki kode negatif. Ada potensi pengkhianatan rekan maupun komitmen.

Untungnya, kelebihan nama Sandiaga Salahuddin Uno adalah memiliki aktualisasi yang tinggi dan prosperity di atas rata-rata. Dengan aktualisasi yang tinggi, seseorang biasanya mampu menghadapi setiap permasalahan ataupun hal-hal yang menghalangi karir. Hambatan mampu diubah sebagai suatu peluang.

Pria yang lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969 itu lebih baik dengan menyandang nama Sandi Uno. Sebab, tingkat kenyamanan atau peluang meraih sukses mencapai 80 persen dengan menyandang nama Sandi Uno.

Sosok pribadi Sandi, sesuai analisa Heleni, Sandi memiliki tipe yang senang mencari kebebasan. Sandi merupakan petualang, terus mencari perubahan dan variasi dalam hidup. Kehidupan Sandi selalu mengalami kemajuan dan pembelajaran dari kesalahan-kesalahan yang sebelumnya.

“Sandi mempunyai banyak talenta karena dia adalah orang yang tidak mengenal lelah dalam bekerja,” pungkasnya.

(ika/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga