Beranda Politik

Ijtima Ulama Dianggap Tidak Punya Visi Politik yang Jelas

Ilustrasi Pilpres 2019 (Dok. JawaPos.com)

JAKARTA – RADAR BOGOR, Selain partai politik, sejumlah kelompok pemuka agama juga turut disibukkan dengan urusan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu terbukti dari diadakannya ijtima ulama beberapa waktu lalu, yang berujung saran pengusungan Ustad Abdul Somad (UAS) dan Salim Segaf Al Jufri sebagai Cawapres Prabowo Subianto.

Ijtima ulama ini mendapat kritik pedas dari Pengamat Politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Menurutnya kegiatan ini dinilai tidak memiliki visi politik yang jelas. Mereka hanya sekedar mengajukan nama untuk melawan petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Kita tidak mendengar visi jelas dari ijtima ini. Apa visinya, apa tujuannya? Kalau lebih dari sekedar saya berbeda dengan pak Jokowi, bedanya apa?,” ujar Ray di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).

Ray menyarankan, seharusnya sebelum merekomendasikan nama sebagai Capres maupun Cawapres, ijtima ulama ini terlebih dahulu menentukan arahnya politiknya ke depan dengan jelas. Bukan hanya sekedar berkeinginan mengganti Presiden.

“Saya merasa ijtima ulama ini jauh lebih penting kalau mendahulukan visi politik mereka, dibanding mendeklarasikan siapa Capres atai Cawapres mereka,” tegasnya.

Selain itu ijtima ulama ini juga memuat poin-poin penting yang bisa ditawarkan kepada Capres dan Cawapres yang mereka usung. Dengan demikian akan terbentuk visi yang jelas. Mereka pun bisa mendapat keuntungan dari sisi birokrasi di kemudian hari, jika pasangan calon yang didukungnya keluar sebagai pemenang.

“Setidaknya ketika mendeklarasikan Capres atau Cawapres mereka membuat poin-poin yang dipastikan atau diharapkan diajukan kepada Capres yang diusung,” pungkas Ray.

(sat/JPC)

Baca Juga