Beranda Berita Utama

Tim Relawan Radar Bogor Tiba di Lombok, Disambut Wisatawan Asing yang Gelar Tikar di Bandara

Tim Relawan Radar Bogor saat tiba di Bandara Internasional Lombok NTB, Rabu (8/8/2018) pagi. Indra/Radar Bogor

LOMBOK-RADAR BOGOR, Setelah melalui perjalanan 1 jam 45 menit, dari Bandara Soekarno Hatta, relawan Radar Bogor Peduli Lombok akhirnya tiba di Bandara Internasional Lombok NTB, Rabu (8/8/2018) pagi.

Radar Bogor Kirim Relawan ke Lombok, Ini Tugas Utamanya

Tidak seperti jamaknya bandara yang selalu ramai, bandara Internasional Lombok NTB justru sepi. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 07.30 WITA.

Hanya beberapa pesawat yang terparkir di apron. Penumpang yang tiba pagi itu pun tidak terlalu banyak termasuk pesawat yang ditumpangi 11 relawan Radar Bogor .

Sejumlah wisatawan menggelar tikar untuk alas tidur di Bandara Internasional Lombok NTB. Indra/Radar Bogor

Dari pantauan hanya dua pesawat yang tiba di bandara yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah tersebut. Sisa-sisa dampak gempa pada Minggu (5/8/2018) malam lalu juga masih terlihat di bandara.

Bismillah… Tim Relawan Radar Bogor Terjun Langsung Bantu Korban Gempa Lombok, Lihat Foto dan Video Persiapannya

Mulai dari plafon yang rusak hingga bocor. Namun dampak yang paling terlihat adalah pada lobi kedatangan bandara. Puluhan turis asing terlihat menggelar tikar sebagai alas tidur.

Bima Yuda (31) salah satu penumpang asal Lombok menuturkan, wisatawan itu nekad menginap di bandara lantaran menunggu informasi waktu keberangkatan pesawat.

Ratusan Korban Gempa Lombok Patah Tulang, Relawan Radar Bogor Kirim ‘Pendekar’ Cimande

Menurutnya, ada sekitar 10 sampai 20 wisatawan dari berbagai negara yang terdampar di bandara tersebut.

Jumlah ini sudah jauh berkurang dari hari-hari sebelumnya yang bisa mencapai angka ratusan. “Mereka menunggu jadwal penerbangan besok. Hari ini penerbangan sudah full (penuh),” ucapnya

Banyaknya wisatawan yang menumpuk di bandara menyebabkan terjadinya antrean panjang di sejumlah outlet makanan. Antrean paling parah, kata dia, terjadi di kedai makanan yang menyediakan makanan cepat saji. (ind)

Baca Juga