Beranda Ekonomi

Pertamina Bisa Pakai 2 Cara Ini Untuk Garap Blok Rokan

Pertamina siap garap Blok Rokan (Dok. JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Pada 2021 mendatang, PT Pertamina (Persero) akan mengelola Blok Rokan, Riau yang selama ini digarap oleh PT Chevron Pasific Indonesia. Dalam pengelolaanya, Chevron menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Pakar Geologi Rovicky Dwi Putrohari mengatakan, dalam menerapkan teknologi EOR di Blok Rokan, setidaknya Pertamina harus mempergunakan dua metode, yaitu waterflooding dan steamflooding.

“Di Blok Rokan, kedua metode tersebut sama-sama dibutuhkan, tergantung jenis minyak dan batuannya,” ujar Rovicky di Jakarta, Rabu (8/8).

Jika minyak yang akan diambil tergolong kental, berat dan mengandung lilin, maka metode yang dipakai adalah steamflooding, yaitu memasukkan uap panas ke dalam injection. Kalau minyak tergolong biasa dengan viskositas sedang, namun masih tersembunyi dalam pori-pori, maka yang dipakai adalah waterflooding yaitu dengan menggunakan air biasa.

Pertamina sendiri sudah berpengalaman mempergunakan teknologi EOR, baik melalui metode waterflooding dan steamflooding di beberapa lapangan. Itulah sebabnya, Rovicky percaya pada kemampuan BUMN tersebut dalam mengelola Blok Rokan, terutama dilihat dari sisi teknologi.

“Secara teknologi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Pertamina mampu. Untuk waterflooding tidak ada masalah sama sekali. Sedangkan untuk steamflooding, Pertamina harus menyesuaikan,” katanya.

Selain menerapkan teknologi tersebut di beberapa lapangan, Pertamina juga mengembangkan EOR melalui Pertamina Upstream Technology Center (UTC). Di antara pengembangan tersebut, antara lain Pengujian Viskositas Lapangan Bantayan, Formulasi Surfaktan SLS untuk Lapangan Rantau, Pre Feasibility Study CO2 EOR Lapangan Sukowati dan Lapangan Tambun, Pre Feasibility Study Steamflood Lapangan Batang, Implementasi software EOR predictive modeling, dan pengadaan Lab EOR Tahap- 2.

Sementara, penerapan teknologi EOR juga dilakukan 16 lapangan alih kelola. Salah satunya, melalui anak PT Pertamina Hulu Energi Siak yang menerapkan metode steamflood. Penerapan teknologi tersebut untuk sumur eksplorasi Kumis-2 di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Sedangkan, untuk di Pangkalan Susu Field, BUMN tersebut menerapkan untuk 11 sumur.

Dari berbagai pengalaman Pertamina itulah Rovicky yakin bahwa Pertamina mengaplikasikan di Blok Rokan. Yang penting, lanjut dia, Pertamina harus cermat dan menyesuaikan dengan karakteristik yang ada.

“Pertamina harus memperhitungkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, baik secara geologi maupun jenis minyak,” pungkasnya.

(uji/JPC)

Baca Juga