Beranda Pendidikan

Kisah Siswa SDN Polisi 1 yang Mendaki Gunung Kilimanjaro, Oksigen Menipis, Terbayar saat di Puncak

BERBAGI
BANGGA: Lelah Umarex terbayar saat sudah mencapai puncak Kilimanjaro.

BOGOR-RADAR BOGOR, Tidak mudah mencapai gunung tertinggi dengan medan sulit dan oksigen yang menipis, ditambah suhu ekstrim. Namun, semua itu diterjang Umarex hingga mencapai puncak Kilimanjaro.

Laporan: Rany Puspitasari

Setelah melewati perjalanan udara kurang lebih 24 jam, Umarex Shauma Andromeda akhirnya mulai mendaki dengan beberapa titik yang ada. Titik pertama yang didaki yaitu Camp Mandara di titik 2700 m di atas permukaan laut.

Memakan waktu empat jam perjalanan dari Maranggi gate, yang merupakan Taman Nasional Kilimanjaro. Ia bersama tim juga melintasi hutan tropis yang lebat hingga diguyur hujan selama perjalanan.

Titik pendakian kedua, yaitu Camp Horombo di ketinggian 3700 m di atas permukaan laut. “Di camp ini, kami melakukan latihan aklimatisasi, yaitu latihan penyesuaian tubuh terhadap ketinggian dan menipisnya oksigen sehingga menurunkan resiko timbulnya mountain sickness,” beber Umarex.

Pendakian Umarex terus dilakukan hingga titik Kibo camp dengan ketinggian 4720 m. “Kira-kira ketinggian ini hampir sama dengan pegunungan Jayawijaya yang merupakan pegunungan tertinggi di Indonesia. Didominasi medan padang pasirnya,” ungkapnya.

Tepat 15 Juli lalu, tepatnya pukul 10.30 waktu setempat, Umarex mencapai puncak Uhuru yang merupakan titik tertinggi di benua Afrika. Medan pendakian yang sulit, oksigen yang makin menipis seiring makin tinggi pendakian, belum lagi udara dingin mencapai -25 derajat celcius yang bisa membuat dua botol minuman Umarex membeku.

“Tak terbayangkan kelelahan fisik dan mental terbayar seusai mencapai puncak Gunung Kilimanjaro,” kata dia.

Total perjalanannya enam hari dari start sampai finishing pendakian. Anak dari pasangan Atin dan Hendra Munadi tersebut merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya juga pendaki, hobi yang ditularkan orangtua, yang sudah mendaki ke 3 puncak tertinggi di dunia.

Hal ini disampaikan ibu Umarex, Atin yang mengatakan bahwa persiapan anaknya itu meliputi persiapan fisik dan mental yang kuat, dengan menyamakan naik gunung dengan filosofi hidup bahwa untuk mencapai puncak harus dengan perjuangan.

“Perjuangan ditempa dengan latihan. Ia terbiasa naik gunung, berlatih dengan menaiki Gunung Gede dan Gunung Kerinci,” jelas Atin.

Atin berkeyakinan bahwa semua anak bisa melakukan sesuatu dengan maksimal dan  berprestasi apabila diiringi latihan, asupan gizi yang baik dan diberikan pengarahan yang baik oleh orang tua dan juga tekad kuat.Ia sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Umarex selama ini, kepala dan guru SDN Polisi 1, Oceanus Swimming Club. (*/c)

Komentar Anda

Baca Juga