Beranda Berita Utama

Densus 88 Amankan Dua Terduga Teroris di Lampung dan Seorang Sopir di Pemalang

Ilustrasi Densus 88

LAMPUNG-RADAR BOGOR, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri kembali mengamankan dua terduga teroris di Lampung Selatan dan Lampung Timir, Selasa (7/8/2018).

Seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Lampung seorang tersangka berinisial A diamankan tim Densus dari tempat tinggalnya di Wayhui, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, pukul 17.00 WIB.

Satu tersangka lagi berinisial N diamankan tim Densus dari rumahnya di Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, pukul 13.30 WIB.

Ada sekitar tujuh anggota Densus berseragam serba hitam, bersenjata lengkap, dan berpenutup wajah mendatangi rumah kedua terduga jaringan teroris tersebut.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar rumah terduga, mereka tak mencurigai aktifivas kedua terduga yang mengarah ke terorisme. Warga umumnya kaget terjadinya penangkapan.

Para tersangka tidak melakukan perlawanan saat penangkapan. Kedua terduga anggota jaringan teroris itu kini dibawa ke Polda Lampung. Polisi juga memasang garis polisi di lokasi penangkapan. Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro membenarkan penangkapan itu.

Tim Densus 88 Anti Teror juga mengamankan seorang pria berinisial WLD (39), warga RT 04 RW 01 Kelurahan Pelutan, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Selasa (7/8/2018).

Selain mengamankan WLD tim juga melakukan penggeledahan.  Dari penggeledaha tim Densus mengamankan sejumlah barang, seperti sebuah sepeda motor Honda Beat, dan lima buah buku yang berisi tafsir Alquran.

Ketua RT 04 RW 01 Slamet Ujin (42) membenarkan adanya penangkapan terhadap warganya oleh tim Densus. Ia juga tidak membantah sejumlah petugas membawa WLD dan barang bukti dari rumah WLD.

“Kami diberitahu ada petugas yang akan melakukan penggeledahan di rumah WLD,” ujar Slamet seperti diberitakanKantor Berita RMOL Jateng, Selasa (7/8).

Slamet menambahkan WLD dikenal berprofesi sebagai sopir dan bekerja di toko material bangunan. Dalam bermasyarakat WLD tidak menutup diri dengan masyarakat.

“Bergaul dengan tetangga seperti biasa, tapi kami belum tahu kenapa dia dibawa petugas,” kata Slamet.

Sementara itu, Istri WLD, Irma Muharomah (30), mengatakan keluarga belum mendapat kabar soal keberadaan WLD usai penangkapan.

Irma menjelaskan WLD diamankan petugas usai berjalan-jalan bersama dirinya dan dua anaknya.

Saat itu, kata Irma, ada dua orang petugas yang menghampiri dan langsung memegang tangan WLD dengan mengatakan, sampeyan melu disit apan dijaluki keterangan (Kamu ikut dulu akan dimintai keterangan).

Petugas yang lainnya kemudian mengatakan tidak apa-apa saat salah satu anak WLD menanyakan ayahnya akan kemana.

“Saat petugas yang mengantarkan ke rumah ditanyakan ada apa masalanya, hanya dijawab iya nanti saya ke rumah, nanti dijelasin di rumah,” jelas Irma.

Irma menambahkan hingga Selasa sore belum ada petugas yang memberikan penjelasan pada pihak keluarga.

Irma berharap suaminya dapat kembali dan tidak ada masalah. “Selama menikah tidak ada permasalahan ataupun tingkah laku suaminya yang mencurigakan,” pungkasnya. (ysp)

Baca Juga