Beranda Berita Utama

3 Pertanda Sebelum Gempa 7 SR Guncang Lombok, Hewan dalam Tanah Keluar hingga Isyarat Bocah 4 Tahun

BERBAGI
Warga mengungsi saat terjadi gempa 7 SR Minggu (5/8/2018) malam.

LOMBOK-RADAR BOGOR, Gempa 7 SR yang mengguncang Lombok dan sekitarnya, Minggu (5/8/2018) malam, tak hanya menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat, tapi juga ratusan bangunan rusak hingga korban jiwa.

Saat itu, rasa takut dan khawatir menjadi satu. Terlebih kala mendengar kabar permukaan air laut naik. Warga pun langsung berhamburan keluar rumah dan segera membawa keluarganya menuju dataran yang lebih tinggi.

Tak ayal, jalanan di Pulau Lombok malam itu dipenuhi oleh ribuan kendaraan yang ingin menyelamatkan diri.

Kondisi yang langsung gelap gulita dan mencekam semakin menambah kepanikan. Jeritan ketakutan hingga seruan Asma Allah terdengar di hampir seluruh penjuru Lombok saat gempa dahsyat meluluhlantakan rumah warga serta bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Korban pun tak terhindarkan.

Hingga Selasa (7/8/2018), Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho mencatat, korban tewas akibat gempa Lombok 7 SR berjumlah 105 orang. Sedangkan korban luka mencapai 236 orang dan jumlah pengungsi diperkirakan ribuan jiwa.

Sebelum gempa dahsyat terjadi, warga yang berhasil menyelamatkan diri sempat menceritakan beberapa pertanda alam sebelum malapetaka datang:

1. Hewan Menjerit

Seorang warga bernama Nana di Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, menceritakan bagaimana suasana mencekam melanda Lombok saat gempa 7 Skala Ritcher terjadi.

Nana tinggal di dekat sawah. Kala itu sesaat sebelum gempa, dirinya tengah berada di halaman. Saat melihat langit, ibu muda itu menyaksikan burung-burung bergerombol terbang ke arah barat.

Sejumlah kendaraan bermotor tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa Lombok 7 SR.

Tak lama terdengar suara kambing mengembik dan ayam-ayam pun berketok-ketok tak biasanya. Padahal hari itu telah gelap.

Pada malam itu hewan-hewan yang ada di dalam tanah juga keluar berhamburan.

“Tikus, kodok banyak, semua pada keluar. Ayam ribut berketok-ketok, kambing mengembik-embik, burung semuanya pada bunyi, ribut juga lama kayak ikut menangis,” cerita Nana.

Tak ada firasat apapun, dia melanjutkan aktivitasnya menyeterika. Baru saja satu baju, rumahnya berguncang. Genteng dan seng terdengar beradu dan berjatuhan.

2. Isyarat Kucing

Sementara itu di kaki Gunung Rijani, suasana mencekam serta kepanikan warga juga dirasakan saat gempa mengguncang.

Arlina, seorang warga di Desa Montong Betok mengungkapkan, kala rumahnya diguncang keras, dia melantun salawat dan takbir sekeras-kerasnya.

Salah satu masjid di Lombok Utara yang roboh setelah gempa 7 SR mengguncang Minggu (6/8/2018).

“Sudah enggak terasa dingin, enggak terasa hujan, saya selawat sekeras-kerasnya di depan rumah, melihat rumah saya diguncang keras oleh gempa,” ujar Arlina.

Ibu satu anak ini mengaku, sebelum gempa terjadi seekor kucing mengeong-ngeong di atap rumahnya. Dia sempat heran dan kesal mendengar meongan kucing yang tak berhenti juga.

“Bingung ini kucing naik dari mana, atap rumah saya kan tinggi, terus ngeong-ngeong lama, berisik, sampai saya suruh suami periksa atap rumah,” cerita Arlina.

3. Peringatan Bocah 4 Tahun

Sebelum gempa 7 SR mengguncang bumi Lombok, sebuah peringatan dini sempat disampaikan seorang bocah berumur 4 tahun, warga Desa Montong Betok, Lombok Timur, yang ada di kaki Gunung Rinjani.

Bocah perempuan ini tinggal bersama kakek-neneknya dan oleh warga setempat sangat ditokohkan dan dihormati.

Korban meninggal akibat gempa Lombok 7 SR Minggu (5/8/2018) bertambah jadi 91 orang.

Si anak tersebut mengatakan, sesuatu yang oleh warga dibaca sebagai bencana akan datang pada malam Sabtu. Mendengar pertanda itu, warga kampung berjaga-jaga hingga pagi menjelang. Namun, tidak terjadi apa-apa dan mereka pun lega.

Keesokan paginya, Minggu (5/8/2018), tiba-tiba bocah perempuan itu keluar rumah. Dia terus menatap langit. “Tidak ada yang tahu kenapa anak itu terus melihat langit,” ucap Zaenal.

Warga yang tidak berpikir macam-macam tidak menganggap itu sebagai pertanda. Mereka pun beraktivitas seperti biasa.

Tiba-tiba saja usai salat Isya, bumi berguncang keras dan lama. Warga ketakutan, berteriak panik sambil berhamburan keluar rumah, menerobos derasnya hujan. (ysp)

Komentar Anda

Baca Juga