Beranda Asian Games 2018

League of Legends Asian Games 2018 : Korsel dan China jadi Unggulan, Indonesia Incar Poin

League of Legends Asian Games 2018.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Korea Selatan (Korsel) dan China menjadi favorit meraih medali emas cabang electronic sports (e-sports) nomor League of Legends (LOL). Sementara Timnas Indonesia tak ingin terlalu tinggi, dan lebih realistis untuk mendapat poin.

Fakta di atas menjadi bahan analisis kapten e-sports Indonesia divisi LOL, Bayu ‘Cruzher’ Putera Sentosa. Seperti dirilis esports.id, Bayu menganggap kekuatan Korsel, China, dan juga China Taipei, bakal dominan.

Hal itu berlatar keputusan Korsel dan China membawa dua pemain yang sudah memiliki nama di pentas dunia, yakni Uzi dan Faker. Uzi alias Jian Zi-Hao adalah andalan China, sedangkan Faker yang menjadi ‘liner’ Lee Sang-hyeok bakal membuat Korsel punya senjata andalan.

Komposisi timnas Indonesia nomor LOL terdiri dari Malik ‘FakeFriend’ Abdul Aziz, Felix ‘Fong’ Chandra, Ruly ‘Whynuts’ Sutanto, Peter ‘Airliur’ Tjahjadi, Gerry ‘Potato’ Arisena dan posisi Sub diisi Ericko ‘Soapking’ Lim.

Komentar Bayu tersebut memiliki bukti. Uzi alias Jian Zi-Hao adalah satu di antara penguasa gelar juara dalam turnamen LOL pada dua tahun terakhir. Pemuda berusia 21 tahun tersebut mengawali karier di Royal Club pada Oktober 2012. Saat itu, ia cepat beradaptasi, dan namanya meroket.

Pemain kelahiran 5 April tersebut memiliki ragam rekor. Ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu melakukan 2000 kali pembunuhan di seluruh liga. Selain itu, ia juga menyandang status sebagai ‘tukang bunuh’ terbanyak pada Kejuaraan Dunia LOL tahun 2014 dan 2017.

Setali tiga uang, performa andalan Korsel, Faker alias Lee Sang-hyeok, membuat lawan bakal menciut nyalinya. Pemuda berusia 22 tahun tersebut adalah runner-up Kejuaraan Dunia 2017, dan jawara turnamen sejagad pada 2016 dan 2015.

Walhasil, kiprah Lee Sang-hyeok dan Jian Zi-Hao pada Asian Games 2018 bakal menjadi daya tarik tersendiri di pentas e-sports. Bagi Timnas Indonesia, penampilan kali ini akan menjadi tantangan agar bisa bermain maksimal di depan publik sendiri. Berat, tapi tetap ada peluang. (ysp)

Baca Juga